PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau kian meluas dan mulai mengkhawatirkan. Titik api kini tersebar di Kabupaten Siak, Kota Dumai, Pelalawan dan Indragiri Hulu.
Api bahkan telah merambat memasuki kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil di Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau yang memiliki ekosistem gambut dalam dan tentunya akan sulit untuk dipadamkan.
Tim gabungan Manggala Agni, BPBD, TNI dan Polri terus dikerahkan untuk memadamkan api dan mencegah penyebaran ke wilayah lain, termasuk permukiman warga. Namun, kondisi di lapangan dinilai semakin berat akibat cuaca panas dan angin kencang yang mempercepat laju kebakaran.
Pemadaman Terkendala Air
Koordinator Teknis Dalkarhut Seksi Wilayah II Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Edwin Putra mengatakan, kebakaran tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah melalui lapisan gambut.
“Api di lahan gambut sulit dideteksi dan dipadamkan karena merambat di bawah permukaan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).
Kondisi tersebut diperparah keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran, sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dan upaya ekstra dari petugas.
Di Kota Dumai, kebakaran terpantau di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, serta Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur. Sementara di Kabupaten Pelalawan, titik api muncul di Desa Merbau, Pulau Muda, dan Teluk Beringin.
Adapun di Kabupaten Indragiri Hulu, kebakaran masih berlangsung di Desa Sekip Hilir, Kecamatan Rengat. Hingga kini, tim gabungan masih berjibaku di lapangan untuk mengendalikan api dan mencegah munculnya titik panas baru di tengah cuaca panas dan kering.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait juga memperketat pengawasan di wilayah rawan karhutla guna menekan potensi kebakaran yang lebih luas. (trp/bsh)




