PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pemerintah Kota Pekanbaru kembali melanjutkan pembangunan Simpang Purna MTQ di persimpangan Jalan Arifin Achmad dan Sudirman, setelah sempat terhenti di akhir 2025. Proyek strategis senilai Rp7,6 miliar tersebut ditargetkan selesai Desember 2026.
Aktivitas konstruksi kini sudah mulai terlihat di lokasi dengan sejumlah alat berat yang melakukan pekerjaan perataan badan jalan. Kondisi ini membuat pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan, karena masih terdapat timbunan tanah bekas galian di beberapa titik sekitar area pembangunan.
Proyek pembangunan simpang baru tersebut didanai melalui APBD Kota Pekanbaru Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan fisik dilaksanakan PT Riau Mas Bersaudara, sementara pengawasan proyek dilakukan PT Sandi Arifa Consultant.
Pemerintah memberikan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender. Dengan progres pekerjaan yang dimulai kembali awal Juni 2026, kontraktor masih memiliki waktu sekitar lima bulan untuk menyelesaikan seluruh tahapan pembangunan sampai akhir tahun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah memastikan, pengerjaan kembali berjalan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
“Kami memastikan proses pembangunan jalan ini sudah berlangsung sejak awal Juni kemarin,” kata Edward, Senin (20/7/2026).
Dikatakan, pekerjaan sebenarnya telah dimulai sejak akhir 2025 dengan fokus pada penataan kawasan dan pematangan lahan. Namun, pelaksanaan konstruksi sempat berhenti sebelum akhirnya dilanjutkan kembali pada pertengahan 2026.
Dijelaskan, kelanjutan proyek dapat dilakukan setelah Pemerintah Kota Pekanbaru memperoleh izin dari Pemerintah Provinsi Riau, mengingat pembangunan berada di kawasan yang membutuhkan koordinasi lintas kewenangan.
“Kita sudah mendapat izin dari Pemerintah Provinsi Riau, maka pembangunan jalan pun berlanjut,” ujarnya.
Selain pembangunan badan jalan, proyek ini juga mencakup peningkatan sistem pengaturan lalu lintas melalui pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang telah selesai dilakukan.
Sebanyak tiga unit APILL telah dipasang untuk mengatur arus kendaraan dari berbagai arah di simpang tersebut. Lampu lalu lintas itu melayani kendaraan dari Jalan Arifin Achmad menuju Jalan Jenderal Sudirman, dari pusat Kota Pekanbaru menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II dan dari arah bandara menuju pusat kota.
Keberadaan APILL menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung operasional simpang baru setelah pembangunan fisik rampung. Sistem lampu lalu lintas yang digunakan telah mengadopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sehingga mampu menyesuaikan durasi lampu hijau dan merah berdasarkan kepadatan kendaraan secara real time.
Teknologi tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean kendaraan pada jam-jam sibuk sekaligus meningkatkan efisiensi pergerakan lalu lintas di kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan utama di Pekanbaru.
Pembangunan Simpang Purna MTQ menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Pekanbaru memperbaiki konektivitas jalan pada koridor utama yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan Bandara Sultan Syarif Kasim II. Persimpangan Jalan Arifin Achmad dan Jalan Sudirman setiap hari dilintasi kendaraan pribadi, angkutan umum, kendaraan logistik hingga tamu yang datang melalui bandara.
Karena memiliki volume kendaraan yang tinggi, keberadaan simpang baru beserta sistem pengaturan lalu lintas modern diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat diminta tetap berhati-hati ketika melintasi kawasan proyek. Pengendara diimbau mengurangi kecepatan, memperhatikan rambu sementara, dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna menghindari risiko kecelakaan akibat aktivitas konstruksi.
Keberhasilan penyelesaian proyek sesuai target juga menjadi penting karena akan menentukan kelancaran arus kendaraan pada salah satu akses vital Pekanbaru. Jika pembangunan selesai tepat waktu pada Desember 2026, simpang tersebut diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas jaringan transportasi perkotaan.
Dengan progres yang kini kembali berjalan, perhatian publik akan tertuju pada konsistensi pelaksanaan proyek selama lima bulan ke depan. Pemko Pekanbaru menargetkan seluruh pekerjaan, mulai pembangunan badan jalan, penyempurnaan infrastruktur pendukung sampai optimalisasi sistem APILL berbasis AI tuntas sesuai jadwal, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. (tpc)






