61 Hotspot Terdeteksi di Riau, Inhil Jadi Daerah dengan Titik Panas Terbanyak

BMKG mendeteksi 61 hotspot di Riau, Sabtu (4/10/2026) malam. Indragiri Hilir menjadi daerah dengan titik panas terbanyak, mencapai 51 titik. (Foto: Dok. FokusRiau.Com)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Sebaran titik panas masih terlihat di sejumlah wilayah Sumatera. Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan terdapat 2.471 hotspot di Sumatera berdasarkan pembaruan data pukul 23.00 WIB malam tadi.

Dari jumlah tersebut, Riau menyumbang 61 titik panas. Sebarannya tidak merata. Kabupaten Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling tinggi di Riau.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang menyebut, dari 61 hotspot yang terdeteksi di Riau, sebanyak 51 titik berada di Indragiri Hilir.

“Kondisi udara berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap (smoke),” ujar Elisa, Minggu (4/10/2026) pagi.

Inhil Dominasi Sebaran Hotspot Riau
Data pemantauan BMKG memperlihatkan adanya kesenjangan cukup jauh antara jumlah hotspot di Indragiri Hilir dengan daerah lainnya.

Setelah Indragiri Hilir, Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah titik panas berikutnya, yakni delapan hotspot. Sementara Kuantan Singingi terpantau memiliki dua hotspot.

Dengan demikian, tiga daerah tersebut menjadi lokasi yang terdeteksi memiliki titik panas di Riau berdasarkan pembaruan data BMKG tersebut.

Sebaran hotspot ini mendapat perhatian karena pada waktu yang sama BMKG masih memprakirakan adanya potensi udara kabur akibat asap di sejumlah wilayah Riau.

Kondisi atmosfer pun masih berpotensi berubah seiring adanya peluang hujan di beberapa daerah.

Sumatera Selatan Catat Hotspot Terbanyak
Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera, jumlah hotspot Riau masih jauh di bawah Sumatera Selatan.

Dari total 2.471 titik panas yang terpantau di Sumatera, Sumatera Selatan menyumbang 1.820 hotspot.

Bangka Belitung berada di posisi berikutnya dengan 408 titik, sedangkan Lampung tercatat memiliki 126 titik panas.

Jambi terpantau 46 hotspot. Sementara Bengkulu memiliki dua titik, Sumatera Utara empat titik dan Kepulauan Riau juga empat titik.

Data tersebut menggambarkan bahwa konsentrasi titik panas di Sumatera pada periode pemantauan masih sangat kuat berada di beberapa provinsi tertentu, terutama Sumatera Selatan.

Hujan Jadi Harapan Meredakan Kabut Asap
Di Riau, keberadaan 61 hotspot berlangsung bersamaan dengan prakiraan cuaca yang masih membuka peluang hujan di sejumlah wilayah.

BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang dapat turun di beberapa kabupaten dan kota. Kondisi ini berpotensi membantu menekan partikel asap di udara, terutama apabila hujan turun di wilayah yang mengalami kekaburan udara.

Namun, masyarakat tetap perlu mencermati perkembangan cuaca dan kualitas udara. Terlebih, BMKG juga memprakirakan adanya potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Riau.

Pemantauan hotspot menjadi salah satu indikator yang perlu terus diperhatikan, terutama ketika kondisi udara di sejumlah daerah masih menunjukkan potensi kabur akibat asap. (ria)