BMKG Prediksi Hujan di Riau Terjadi Sore dan Malam, Dumai Terpantau 6 Hotspot

BMKG memprakirakan hujan di tujuh wilayah Riau pada Senin, 2 November 2026. Sebanyak 15 hotspot terdeteksi, terbanyak di Dumai. (Foto: Dok. BMKG Pekanbaru)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Warga Riau perlu mengantisipasi perubahan cuaca, Senin (2/11/2026), terutama menjelang sore dan malam. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, hujan dengan intensitas ringan dan sedang akan membasahi sejumlah wilayah di tujuh kabupaten dan kota, termasuk sebagian Kota Pekanbaru.

Di tengah peluang turunnya hujan, perhatian juga tertuju pada kemunculan titik panas yang terus terpantau di sejumlah daerah. Data pemantauan pukul 23.59 WIB mencatat, ada 15 titik panas di Provinsi Riau, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kota Dumai.

Forecaster On Duty BMKG, Deby C. menyampaikan, potensi hujan tersebar di Kabupaten Kampar, Siak, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Indragiri Hilir dan sebagian wilayah Pekanbaru.

Peluang hujan diperkirakan meningkat setelah kondisi udara pada pagi hari yang cenderung kabur hingga cerah berawan. Memasuki siang, langit Riau diprakirakan cerah berawan hingga berawan sebelum hujan berpotensi turun pada sore dan malam.

Baca Juga :  PSPS Pekanbaru Bidik Enam Kemenangan Beruntun, Sore Ini Jajal Adhyaksa FC di Bekasi

BMKG juga memperkirakan hujan ringan masih dapat berlangsung hingga dini hari, terutama di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis.

Meski hujan berpeluang terjadi di sejumlah daerah, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Riau pada Senin ini.

Masyarakat yang memiliki kegiatan di luar ruangan dapat menyesuaikan rencana dengan perkembangan cuaca, khususnya menjelang petang. Perubahan kondisi langit tetap perlu diperhatikan karena intensitas hujan dapat berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya.

Suhu Mencapai 35 Derajat Celsius

Di tengah potensi hujan, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar 24-35 derajat Celsius. Tingkat kelembapan berada pada rentang 50-99 persen.

Angin diperkirakan bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.

Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,5-,25 meter. Kondisi tersebut masuk kategori gelombang rendah.

Baca Juga :  PSPS Pekanbaru Bidik Enam Kemenangan Beruntun, Sore Ini Jajal Adhyaksa FC di Bekasi

Informasi cuaca dan kondisi perairan ini dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang beraktivitas di laut maupun wilayah pesisir, terutama ketika cuaca mulai berubah.

Hotspot Terbanyak Riau di Dumai
Sementara potensi hujan menjadi perhatian dalam prakiraan cuaca, pemantauan titik panas menunjukkan sebaran di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.

Dumai mencatat jumlah terbanyak dengan enam titik panas. Berikutnya, Indragiri Hulu terpantau memiliki tiga titik dan Bengkalis dua titik.

Adapun Pelalawan, Rokan Hilir, Kampar, dan Kuantan Singingi masing-masing mencatat satu titik panas.

Temuan tersebut menjadi pengingat agar masyarakat di sekitar lokasi terdeteksi tetap mencermati kondisi lingkungan. Keberadaan titik panas perlu ditindaklanjuti dengan pemantauan karena dapat berkaitan dengan indikasi kebakaran hutan dan lahan, meskipun deteksi hotspot tidak dengan sendirinya memastikan adanya kebakaran.

Di luar Riau, jumlah titik panas di Sumatera tercatat mencapai 414 titik berdasarkan pembaruan data yang sama.

Baca Juga :  PSPS Pekanbaru Bidik Enam Kemenangan Beruntun, Sore Ini Jajal Adhyaksa FC di Bekasi

Bangka Belitung menyumbang 143 titik, disusul Sumatera Selatan dengan 141 titik. Jambi mencatat 91 titik, sementara Lampung terpantau memiliki 13 titik.

Wilayah lain mencatat jumlah lebih sedikit, yakni Sumatera Barat lima titik, serta Bengkulu dan Sumatera Utara masing-masing tiga titik.

Dengan adanya potensi hujan sekaligus temuan titik panas, masyarakat di Riau diimbau tetap mengikuti perkembangan informasi resmi. Warga juga perlu melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar agar dapat segera ditangani pihak berwenang. (bsh)