Asap Selimuti Batam, Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 110,7 µg/m³

Kabut asap menyelimuti Batam dengan PM2.5 mencapai 110,7. BMKG mengingatkan risiko gangguan pernapasan dan penurunan jarak pandang. (Foto: BatamPos)

BATAM, FOKUSRIAU.COM-Kabut asap kembali menyelimuti Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (15/10/2026) pagi. Langit tampak kelabu, sementara sinar matahari tertahan lapisan asap dan awan tebal yang menggantung di sejumlah kawasan.

Kondisi tersebut terpantau di Batam Center sampai Bengkong. Ketebalan asap di beberapa titik bahkan terlihat meningkat dibandingkan hari sebelumnya, ketika warga mulai beraktivitas pada pagi hari.

Laporan pemantauan kualitas udara yang dikutip dalam informasi tersebut mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Batam mencapai 110,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) masuk kategori tidak sehat. Angka ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar membatasi paparan udara tercemar.

Meski kabut berpotensi mengurangi jarak pandang, arus kendaraan di sejumlah ruas jalan yang dipantau masih relatif lancar dan lengang. Kondisi itu terlihat di Jalan Hang Tuah, kawasan Ocarina, Jalan Ahmad Yani dan Engku Putri.

Udara pagi juga terasa gerah dengan hembusan angin yang lemah. Di tengah situasi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga untuk mewaspadai dampak asap sekaligus perubahan cuaca.

PM2.5 Berisiko Mengganggu Pernapasan
Partikulat PM2.5 adalah partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparannya berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan.

Baca Juga :  BGN Resmikan 87 Dapur MBG di Riau, 13 SPPG Masih Disuspend

BMKG Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan mengenai potensi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti wilayah Kepulauan Riau.

“Waspada potensi asap karhutla di seluruh wilayah Kep. Riau yang dapat menyebabkan penurunan jarak pandang dan gangguan pernapasan,” demikian peringatan yang disampaikan dalam laporan BMKG.

Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat. Penggunaan masker dan upaya menjaga sirkulasi udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan, terutama bagi kelompok yang lebih rentan.

Hujan Lokal Masih Berpeluang Turun
Di tengah kabut asap, cuaca di Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis diprakirakan didominasi kondisi berawan dan udara kabur. Meski atmosfer cenderung kering, hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi pada pagi dan siang hari.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menjelaskan, kondisi kelembapan udara pada lapisan atas yang relatif kering menjadi salah satu faktor penghambat pembentukan awan hujan secara signifikan.

Baca Juga :  BGN Resmikan 87 Dapur MBG di Riau, 13 SPPG Masih Disuspend

“Cuaca di wilayah Provinsi Kepri hari ini secara umum diprakirakan berawan disertai udara kabur yang disebabkan oleh asap namun masih berpotensi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang pada pagi dan siang hari,” demikian keterangan prakirawan BMKG Hang Nadim Batam dalam laporan cuaca, Kamis (15/10/2026).

Suhu udara di wilayah Kepulauan Riau diperkirakan berkisar 25-33 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 2-17 kilometer per jam dari berbagai arah.

Khusus Kota Batam, suhu diprakirakan berada pada rentang 24-34 derajat Celsius. Perbedaan kisaran suhu tersebut mengikuti cakupan wilayah dan rincian prakiraan yang digunakan.

Peluang hujan setempat masih terbuka, tetapi belum menjamin kabut asap segera menghilang. Perubahan kondisi udara tetap bergantung pada perkembangan cuaca dan sumber pencemaran di wilayah sekitar.

BMKG Ingatkan Gelombang 1,3 Meter
Perhatian BMKG tidak hanya tertuju pada kondisi udara di daratan. Masyarakat yang beraktivitas di laut juga diminta memperhatikan perkembangan cuaca perairan Kepulauan Riau.

BMKG Maritim mengingatkan adanya potensi gelombang laut kategori sedang di sejumlah wilayah. Peringatan khusus disampaikan untuk Perairan Kepulauan Subi–Serasan, dengan ketinggian gelombang yang diperkirakan dapat mencapai 1,3 meter, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga :  BGN Resmikan 87 Dapur MBG di Riau, 13 SPPG Masih Disuspend

“Waspada gelombang laut yang dapat mencapai ketinggian hingga 1.3 meter di wilayah Perairan Kep. Subi – Serasan pada tanggal 15 Oktober 2026,” demikian peringatan BMKG.

Informasi tersebut perlu menjadi perhatian nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan laut. Kondisi perairan sebaiknya dipantau sebelum keberangkatan, terutama ketika cuaca berubah.

Di tengah langit Batam yang masih diselimuti asap, masyarakat di darat maupun laut diimbau tetap mengikuti pembaruan informasi resmi BMKG. Kewaspadaan terhadap kualitas udara, jarak pandang, dan kondisi perairan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko selama aktivitas berlangsung. (kpc)