PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kualitas udara di Pekanbaru, Jumat (16/10/2026) pagi mulai menunjukkan perbaikan. Namun, penurunan konsentrasi polutan belum membuat udara kembali aman bagi masyarakat.
Partikulat halus PM2.5 masih berada pada kategori tidak sehat, sehingga warga diminta membatasi paparan udara luar, terutama ketika asap mulai menebal.
Data pemantauan pukul 08.00 WIB mencatat, konsentrasi PM2.5 sebesar 78 mikrogram per meter kubik. Angka ini turun tajam dibandingkan, Kamis (15/10/2026) pukul 06.00 WIB, ketika konsentrasinya mencapai 183,2 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori sangat tidak sehat.
Perubahan tersebut memberi sinyal membaiknya kondisi udara. Meski begitu, masyarakat tetap perlu berhati-hati karena partikel polusi berukuran sangat kecil dapat masuk jauh ke saluran pernapasan.
PM2.5 Turun, Risiko Paparan Belum Hilang
Penurunan konsentrasi PM2.5 menjadi kabar baik bagi warga Pekanbaru yang beberapa waktu terakhir menghadapi udara tercemar. Kendati demikian, angka 68 mikrogram per meter kubik masih menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai.
Partikulat PM2.5 memiliki ukuran sangat kecil sehingga dapat terhirup saat seseorang bernapas. Paparan polutan ini berisiko mengganggu kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki masalah pernapasan.
Masyarakat disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus ketika harus beraktivitas di luar rumah. Jika udara tampak berkabut atau berbau asap, kegiatan luar ruangan sebaiknya dikurangi.
Warga Diminta Tetap Memantau Kualitas Udara
Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, hujan berpotensi turun di 11 kabupaten dan kota di Riau pada Jumat, terutama siang hingga sore. Hujan juga berpeluang berlanjut pada malam hingga dini hari di beberapa daerah.
Forecaster on Duty BMKG, Ranti Kurniati menyampaikan, hujan ringan pada pagi hari berpeluang terjadi di sebagian Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan.
Pada siang hingga sore, peluang hujan ringan sampai sedang meluas ke Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Siak, Pelalawan, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.
Perbaikan angka PM2.5 di Pekanbaru belum menjadi alasan untuk mengabaikan risiko polusi. Warga perlu terus memantau informasi kualitas udara dan prakiraan cuaca terbaru sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.
Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus, pengurangan kegiatan berat di luar ruangan, serta upaya menghindari paparan asap menjadi langkah yang dapat dilakukan selama kualitas udara masih tidak sehat.
Jika muncul sesak napas, batuk yang memburuk, atau keluhan pernapasan lainnya, masyarakat sebaiknya mencari tempat dengan udara lebih bersih dan mempertimbangkan pemeriksaan medis.
Udara Pekanbaru memang mulai membaik dibandingkan sehari sebelumnya. Namun, selama konsentrasi PM2.5 masih berada pada tingkat tidak sehat, kewaspadaan tetap diperlukan. (mcr)






