Pemko Pekanbaru Gelontorkan Rp13 Miliar, 20.800 Pelajar Terima Seragam Gratis

Seragam sekolah gratis Pekanbaru mulai berjalan 2026. Pemko mengalokasikan Rp13 miliar untuk 20.800 siswa SD dan SMP negeri. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Beban orang tua menghadapi kebutuhan sekolah anak menjadi salah satu persoalan yang coba ditekan Pemerintah Kota Pekanbaru melalui kebijakan seragam sekolah gratis. Mulai tahun ajaran 2026/2027, sekitar 20.800 peserta didik baru SD dan SMP negeri di Pekanbaru akan menerima tiga stel seragam tanpa dipungut biaya.

Program tersebut telah masuk dalam anggaran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tahun 2026 dengan nilai lebih dari Rp13 miliar. Kebijakan ini tidak hanya menyasar siswa dari keluarga kurang mampu, tetapi diberikan kepada seluruh peserta didik baru di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, setiap peserta didik baru akan mendapatkan tiga jenis seragam. Bantuan tersebut terdiri atas seragam wajib sekolah, seragam olahraga, dan seragam Pramuka.

“Pertama baju (seragam) wajib, merah putih untuk SD dan biru putih untuk SMP. Kemudian ada baju olahraga dan spesial baju pramuka,” kata Agung, Senin (10/8/2026).

Dengan skema tersebut, kebutuhan dasar seragam bagi siswa baru tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggungan keluarga. Pemko Pekanbaru menargetkan bantuan mulai disalurkan pada Oktober 2026.

Agung menjelaskan, kebijakan seragam sekolah gratis tersebut lahir dari keluhan masyarakat yang disampaikan kepadanya. Salah satu persoalan yang dirasakan keluarga menjelang tahun ajaran baru adalah kebutuhan biaya untuk menyiapkan perlengkapan sekolah anak.

Menurut Agung, biaya pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pembayaran yang bersifat langsung. Kebutuhan seperti seragam sekolah juga dapat menjadi beban tersendiri bagi keluarga, terutama ketika harus menyiapkan beberapa jenis pakaian sekaligus untuk anak yang baru masuk sekolah.

Karena itu, Pemko Pekanbaru memilih memasukkan pengadaan seragam sebagai bagian dari dukungan pemerintah terhadap kebutuhan pendidikan peserta didik baru.

“Kita sudah menganggarkan lebih dari Rp13 miliar untuk anggaran baju seragam gratis untuk seluruh sekolah di Kota Pekanbaru, baik SD maupun SMP,” ujar Agung.

Kebijakan tersebut sekaligus memperluas cakupan program. Pada awalnya, Pemko Pekanbaru merencanakan bantuan seragam hanya untuk peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Namun, pemerintah kota kemudian memilih memberikan bantuan secara menyeluruh kepada peserta didik baru SD dan SMP negeri. Menurut Agung, langkah itu diambil agar program tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

“Kita tidak ingin menjadi polemik. Kita harus menjamin pendidikan itu bebas dari pungutan, bebas dari beban masyarakat,” katanya.

20.800 Murid SD dan SMP Negeri
Data Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menunjukkan program seragam sekolah gratis tersebut menyasar sekitar 20.800 peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal sebelumnya menyebut, penerima bantuan terdiri atas sekitar 9.800 peserta didik baru tingkat SD dan sekitar 11.000 peserta didik baru tingkat SMP.

Dengan jumlah penerima tersebut, program ini menjadi salah satu kebijakan pendidikan yang memiliki cakupan cukup luas karena bantuan diberikan kepada seluruh siswa baru di sekolah negeri pada dua jenjang pendidikan.

Setiap siswa memperoleh tiga stel seragam. Artinya, bantuan tidak hanya berupa satu pakaian sekolah yang digunakan untuk kegiatan belajar reguler, tetapi juga mencakup kebutuhan olahraga dan kegiatan Pramuka.

Pemerintah kota menargetkan proses penyaluran bantuan tersebut mulai dilakukan pada Oktober 2026.

Ada Bantuan Tambahan untuk Keluarga Kurang Mampu
Selain tiga stel seragam, peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu akan mendapatkan bantuan tambahan.

Abdul Jamal menyebut, terdapat sekitar 1.500 peserta didik dari keluarga kurang mampu pada jenjang SD dan jumlah yang sama pada jenjang SMP. Dengan demikian, sekitar 3.000 siswa dari kelompok tersebut akan memperoleh tambahan bantuan berupa tas dan buku.

Skema ini membuat kebijakan Pemko Pekanbaru memiliki dua lapis bantuan. Seluruh siswa baru SD dan SMP negeri mendapatkan tiga stel seragam, sedangkan siswa dari keluarga kurang mampu memperoleh tambahan perlengkapan sekolah berupa tas dan buku.

Program tersebut ditujukan untuk membantu memastikan kebutuhan awal peserta didik saat memasuki tahun ajaran baru dapat terpenuhi.

Bagi pemerintah daerah, persoalan biaya perlengkapan sekolah menjadi bagian dari tantangan akses pendidikan. Sementara bagi keluarga, kebutuhan yang muncul secara bersamaan pada awal tahun ajaran dapat menambah pengeluaran rumah tangga.

Karena itu, pelaksanaan program seragam sekolah gratis Pekanbaru tahun 2026 akan menjadi salah satu kebijakan yang dinantikan orang tua, khususnya keluarga yang memiliki anak baru masuk SD atau SMP negeri.

Jika sesuai target, distribusi bantuan mulai Oktober mendatang akan membuat ribuan peserta didik baru di Pekanbaru menerima perlengkapan seragam dari pemerintah daerah pada tahun pertama penerapan kebijakan tersebut. (ria)