CLEO Tambah Pabrik di Pekanbaru, Ekspansi Produksi AMDK Makin Agresif

Ekspansi industri air minum dalam kemasan (AMDK) mulai membawa nama Pekanbaru ke dalam rencana pertumbuhan PT Sariguna Primatirta Tbk. (Foto; Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Ekspansi industri air minum dalam kemasan (AMDK) mulai membawa nama Pekanbaru dalam rencana pertumbuhan PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO). Produsen AMDK tersebut menargetkan, fasilitas produksi barunya di Pekanbaru mulai beroperasi di kuartal IV 2026.

Pabrik di Pekanbaru menjadi satu dari tiga fasilitas baru yang disiapkan CLEO sepanjang tahun ini. Dua fasilitas lainnya berada di Palu dan Pontianak, sebagai bagian dari strategi perusahaan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jaringan distribusi.

Ekspansi tersebut menjadi perhatian bagi pasar Riau, karena Pekanbaru masuk dalam agenda penambahan kapasitas produksi CLEO secara nasional. Fasilitas baru itu ditargetkan memperkuat kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan pasar seiring pertumbuhan bisnis AMDK.

Presiden Direktur CLEO Melisa Patricia mengatakan, perusahaan melihat prospek pertumbuhan masih terbuka setelah membukukan kinerja positif pada semester I 2026. Perseroan mengandalkan ekspansi fasilitas produksi dan distribusi untuk menjaga momentum tersebut.

“Kinerja solid yang berhasil kami bukukan sepanjang semester I/2026 menjadi landasan yang kuat bagi Perseroan untuk mempertahankan optimisme terhadap prospek pertumbuhan ke depan,” kata Melisa dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).

BACA JUGA :  Chery Q Menggeliat di Pekanbaru, 113 Unit Sudah Dipesan, Pengiriman Mulai September

CLEO mencatat pertumbuhan dua digit pada kuartal I maupun kuartal II 2026. Pertumbuhan itu berjalan bersamaan dengan perluasan jaringan distribusi internal yang hingga Agustus 2026 telah mencapai 500 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Dari sisi produksi, perusahaan lebih dahulu mengoperasikan pabrik baru di Palu pada kuartal III 2026. Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, jumlah pabrik CLEO yang telah beroperasi mencapai 33 unit.

Setelah Palu, perhatian perusahaan diarahkan ke dua fasilitas berikutnya di Pekanbaru dan Pontianak. Keduanya ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.

Dengan tambahan tiga fasilitas tersebut, CLEO menargetkan kapasitas produksi yang lebih besar untuk menopang pertumbuhan bisnis. Perusahaan menyebut peningkatan kapasitas dan distribusi menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi di industri AMDK nasional.

“Terus meningkatnya kapasitas produksi dan distribusi Perseroan telah semakin memperkuat daya saing CLEO di industri AMDK di Tanah Air,” ujar Melisa.

Bagi Riau, masuknya Pekanbaru dalam daftar lokasi fasilitas produksi baru menunjukkan wilayah tersebut menjadi bagian dari ekspansi operasional CLEO tahun 2026.

BACA JUGA :  DTSEN Jadi Rujukan Program Pemerintah, Warga Riau Wajib Pahami Arti Desil

Namun, perusahaan belum merinci kapasitas produksi maupun nilai investasi khusus untuk fasilitas yang akan dibangun di Pekanbaru dalam keterangan tersebut.

Ekspansi produksi itu juga tidak berdiri sendiri. CLEO menyiapkan strategi pertumbuhan melalui pengembangan jaringan distribusi serta penambahan variasi produk yang direncanakan melalui inovasi pada kuartal III 2026.

Perusahaan menilai inovasi produk diperlukan untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah persaingan industri AMDK.

Karena itu, penambahan fasilitas produksi berjalan beriringan dengan upaya memperluas pilihan produk yang ditawarkan kepada pasar.

Kinerja keuangan semester I 2026 menjadi salah satu dasar optimisme perusahaan. CLEO membukukan penjualan sebesar Rp1,7 triliun sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Angka tersebut meningkat 23,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan penjualan juga diikuti kenaikan laba perusahaan.

CLEO mencatatkan laba sebesar Rp262,5 miliar pada semester I 2026. Nilai tersebut tumbuh 27 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Pertumbuhan penjualan dan laba tersebut menjadi pijakan bagi perusahaan untuk melanjutkan ekspansi pada paruh kedua 2026. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menambah kapasitas produksi melalui tiga fasilitas baru.

BACA JUGA :  Investasi di Riau Tak Cuma Soal Modal, Pemprov Siapkan Lima Aturan Ini

“Kami yakin, ekspansi dan inovasi yang terus dilakukan secara konsisten, dibarengi dengan upaya optimalisasi produksi yang dilakukan dengan gencar akan mengantarkan Perseroan pada pencapaian target pertumbuhan kinerja dobel digit yang telah ditetapkan,” kata Melisa.

Dengan demikian, Pekanbaru akan menjadi salah satu lokasi penting dalam agenda ekspansi produksi CLEO tahun ini. Pabrik baru tersebut ditargetkan mulai beroperasi bersama fasilitas di Pontianak pada kuartal IV 2026.

Sementara itu, pabrik di Palu telah lebih dulu beroperasi pada kuartal III 2026. Jika seluruh target terealisasi, CLEO akan memiliki tambahan tiga fasilitas produksi sepanjang 2026 untuk mendukung pertumbuhan penjualan dan distribusi perusahaan. (bic)