PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Jumlah titik panas atau hotspot di Riau mengalami lonjakan tajam. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru sampai pukul 23.00 WIB malam tadi mencatat 317 hotspot, tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Angka tersebut bertambah 167 titik dibandingkan pemantauan sehari sebelumnya yang mencatat 150 hotspot.
Indragiri Hulu menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi. Kabupaten tersebut menyumbang 154 titik dari total hotspot yang terpantau di Riau.
Data itu disampaikan Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir P. dalam informasi kondisi cuaca dan pemantauan wilayah Riau, Kamis (10/9/2026).
Sebaran titik panas di Riau tidak hanya terkonsentrasi di Indragiri Hulu. Sejumlah daerah lain juga terpantau memiliki hotspot.
Kepulauan Meranti mencatat 37 titik, disusul Bengkalis 34 titik dan Pelalawan 24 titik. Berikutnya, Indragiri Hilir memiliki 22 hotspot, Kuantan Singingi 17 titik, Siak 14 titik dan Dumai 11 titik.
Sementara Kampar mencatat dua hotspot. Rokan Hilir dan Rokan Hulu masing-masing terpantau satu titik panas.
Lonjakan tersebut menjadi perhatian karena titik panas dapat menjadi indikator awal adanya aktivitas pembakaran atau potensi kebakaran lahan dan hutan. Namun, keberadaan hotspot tidak otomatis berarti seluruh titik tersebut adalah kebakaran, sehingga diperlukan verifikasi lapangan.
Tekanan titik panas juga terlihat di sejumlah provinsi lain di Sumatera. Hingga waktu pemantauan yang sama, tercatat 2.762 hotspot di kawasan Sumatera.
Sumatera Selatan berada di posisi tertinggi dengan 1.668 titik panas.
Jambi menyusul dengan 247 hotspot, kemudian Bangka Belitung sebanyak 237 titik. Lampung tercatat memiliki 126 hotspot, sedangkan Kepulauan Riau mencapai 73 titik.
Sumatera Barat terpantau 46 hotspot. Aceh mencatat 23 titik, Bengkulu 13 titik dan Sumatera Utara 12 titik.
Riau Berpotensi Hujan
Di tengah peningkatan hotspot, kondisi cuaca Riau pada Kamis juga menunjukkan peluang hujan di sejumlah daerah. BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang dapat terjadi sejak pagi dan cakupannya berpotensi bertambah luas pada malam hari.
Sejumlah wilayah bahkan masuk dalam peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Yasir menyebut, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pekanbaru dan Dumai.
Dengan meningkatnya jumlah hotspot, perkembangan kondisi lapangan tetap perlu dipantau. Data satelit dapat menjadi indikator awal, sedangkan kepastian mengenai adanya kebakaran membutuhkan pengecekan lebih lanjut di lokasi. (zul)






