Mau Ambil Uang Untuk Beli Makanan Buka Puasa, Wanita di Pekanbaru Jadi Korban Ganjal ATM

Korban saat memperlihatkan aplikasi mobile banking miliknya. Ada pemberitahuan telah terjadi tarik tunai yang dilakukan pelaku dua kali. (Foto: TribunPekanbaru)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Pekanbaru, Riau bernama Fitri Ayu menjadi korban pencurian uang dengan modus ganjal ATM. Kini, uang Rp1,4 juta di rekeningnya raib dicuri.

Awalnya, korban mendatangi mesin ATM di Indomaret yang berada di Jalan Bukit Barisan untuk mengambil uang guna membeli makan dan minum berbuka puasa, Jumat (9/4/2022) sore.

Saat itu, ia datang bersama suaminya Irwansyah. Posisi mesin ATM berada dalam toko tersebut. Korban kemudian masuk ke dalam seorang diri, sementara suaminya menunggu di luar.

Ketika korban hendak memasukkan kartu ATM, tidak bisa dan seperti tersangkut. Tiba-tiba, seorang pria yang merupakan pelaku, datang mendekat dan berpura-pura membantu dengan memberikan petunjuk.

Pelaku sampai menyarankan korban memasukkan nomor PIN ATM. Diduga, saat itu pelaku sudah menukar kartu ATM asli korban dengan kartu ATM lain.

Karena tak kunjung bisa, korban akhirnya pergi ke mesin ATM lain di tempat berbeda. Setelah sampai, dia mencoba memasukkan kartu ATM. Tapi kali ini, PIN yang dimasukkan korban selalu dinyatakan salah.

Dikarenakan tak bisa juga mengambil uang, korban pun pulang. Namun dalam perjalanan, korban curiga dengan perbuatan pria yang mencoba membantunya di Indomaret tadi.

Ternyata benar, korban menerima pemberitahuan di aplikasi mobile banking, jika telah terjadi penarikan uang dua kali. Merasa jadi korban pencurian, korban akhirnya melapor ke Mapolsek Tenayan Raya.

“Waktu kejadian ada orang bapak-bapak di belakang saya. Dia tanya, kenapa ATM-nya nyangkut ya, terus dia bantuin, ATM saya diambil dan dibalikkan posisinya, dan dia nyuruh masukin PIN. Tapi tetap tidak bisa,” ucap Fitri.

Kanit Reskrim Polsek Tenayan Raya, Iptu M Bahari Abdi mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan. “Kita masih mencoba mencari identitas pelaku. Pemeriksaan CCTV ada 1 orang pelaku,” tukasnya. (*)


Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: TribunPekanbaru

8 / 100
banner 325x300