PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Cuaca di Riau terus menunjukkan perubahan signifikan. Setelah pagi didominasi udara berkabut dan langit cerah berawan, hujan diprediksi masih akan turun di sejumlah wilayah, Selasa (12/5/2026). Bahkan, sejumlah daerah berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Kondisi ini diperkirakan terjadi mulai siang dan malam hari. Warga diminta lebih waspada, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan atau melakukan perjalanan antardaerah.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna mengatakan, perubahan cuaca hari ini dipicu tingginya pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Riau. Situasi tersebut membuat potensi hujan meningkat dibanding beberapa hari sebelumnya.
“Pada pagi hari cuaca umumnya cerah berawan. Namun siang hingga malam, hujan berpotensi turun hampir merata,” kata Yasir di Pekanbaru, Selasa siang.
Menurutnya, hujan yang muncul tidak hanya berintensitas ringan. Beberapa daerah bahkan diprediksi mengalami hujan sedang hingga lebat. Kondisi itu dapat disertai sambaran petir dan hembusan angin cukup kuat.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan adalah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Pelalawan dan Kepulauan Meranti. Selain itu, Kota Dumai dan Pekanbaru juga masuk daerah dengan potensi cuaca ekstrem.
Peringatan ini menjadi penting. Dalam beberapa pekan terakhir, cuaca di Riau cenderung tidak stabil. Pagi hari terasa panas, namun sore berubah mendung dan hujan deras. Situasi seperti itu sering memicu genangan, pohon tumbang hingga gangguan lalu lintas.
Di Pekanbaru misalnya, hujan deras beberapa hari lalu sempat membuat sejumlah ruas jalan tergenang. Aktivitas masyarakat terganggu, terutama saat jam pulang kerja. Pengendara motor juga terlihat kesulitan melintas akibat jarak pandang berkurang.
Karena itu, BMKG meminta masyarakat tidak mengabaikan perkembangan cuaca harian. Perubahan kondisi atmosfer bisa terjadi cepat, terutama memasuki sore dan malam.
Selain berdampak pada aktivitas warga, cuaca ekstrem juga perlu diwaspadai sektor transportasi sungai dan laut. Meski demikian, BMKG memastikan kondisi gelombang laut di wilayah perairan Riau masih relatif aman.
Tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter. Angka tersebut masih masuk kategori rendah. Nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta berhati-hati, terutama saat hujan disertai angin kencang terjadi mendadak.
Sementara itu, suhu udara di Riau hari ini berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara cukup tinggi, mencapai 60 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 10 sampai 30 kilometer per jam.
Cuaca lembap seperti ini menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan awan hujan. Di sisi lain, kondisi tersebut juga mempengaruhi kualitas udara di sejumlah daerah.
BMKG mencatat, pada malam hari hujan masih berpotensi terjadi di Bengkalis, Kampar, Kuantan Singingi dan Pelalawan. Sedangkan dini hari nanti, hujan diperkirakan turun di Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu dan Pelalawan.
Selain memantau cuaca, BMKG juga terus mengawasi perkembangan titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera. Pemantauan ini penting karena sebagian wilayah masih memasuki periode rawan kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan data terbaru pukul 23.00 WIB, terdapat 39 titik panas tersebar di Pulau Sumatera. Sumatera Selatan menjadi daerah dengan hotspot terbanyak yakni 21 titik. Kemudian disusul Jambi sebanyak tujuh titik dan Aceh tiga titik.
Sementara di Riau, BMKG mendeteksi tiga titik panas. Seluruhnya berada di Kabupaten Indragiri Hulu. Jumlah tersebut memang masih tergolong rendah dibanding musim kemarau ekstrem beberapa tahun lalu.
Namun, kemunculan hotspot tetap menjadi perhatian serius. Riau memiliki sejarah panjang menghadapi kebakaran lahan yang berdampak luas terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah bersama aparat terkait terus diminta memperkuat pengawasan. Pencegahan dini dianggap lebih efektif dibanding penanganan saat kebakaran sudah meluas.
Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berisiko memicu kebakaran besar, tindakan itu juga dapat menimbulkan kabut asap yang merugikan banyak pihak.
BMKG berharap masyarakat aktif mengikuti pembaruan informasi cuaca resmi. Langkah sederhana seperti membawa jas hujan, memeriksa kondisi kendaraan dan mengurangi aktivitas saat cuaca buruk dinilai penting untuk meminimalkan risiko.
Dengan potensi hujan lebat dan petir yang masih mengintai, warga Riau diharapkan tetap siaga. Cuaca ekstrem bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat sehari-hari. (rac)





