PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-PSPS Pekanbaru memilih melakukan langkah paling berani menjelang bergulirnya Liga 2 Indonesia musim 2026/2027. Klub kebanggaan masyarakat Riau itu merombak sekitar 50 persen komposisi pemain, mengganti pelatih kepala, serta mendatangkan dua pemain asing baru sebagai bagian dari strategi mengejar target promosi ke Liga 1.
Perubahan besar tersebut menunjukkan bahwa manajemen tidak ingin sekadar menjalani kompetisi, tetapi membangun tim yang lebih kompetitif setelah melakukan evaluasi terhadap performa musim sebelumnya. Keputusan mengganti sebagian besar elemen tim menjadi sinyal bahwa PSPS memasuki fase baru dengan target yang jauh lebih tinggi.
Bagi publik sepak bola Riau, kebijakan ini menjadi momentum penting. Keberhasilan atau kegagalan proyek besar tersebut tidak hanya menentukan prestasi PSPS di lapangan, tetapi juga berpengaruh terhadap gairah sepak bola daerah, antusiasme suporter dan potensi meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar pertandingan apabila target promosi berhasil diwujudkan.
Chairman PSPS Pekanbaru, I Gade Widiade mengatakan, perubahan dilakukan setelah manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan tim menghadapi kompetisi musim baru.
“Untuk menghadapi musim baru ini akan ada banyak perubahan. Bisa dibilang 50 persen adalah pemain baru dan pelatih baru juga kami datangkan,” kata Gade, Senin (6/7/2026) di Kantor Gubernur Riau.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembenahan tidak hanya menyentuh sektor tertentu, tetapi hampir seluruh struktur tim.
Pelatih Baru Jadi Kunci Strategi
Perubahan paling mencolok terjadi pada jajaran kepelatihan. Manajemen memutuskan mengganti pelatih kepala beserta sebagian besar staf kepelatihan sebagai bagian dari penyegaran strategi menghadapi Liga 2.
Hanya satu posisi yang tetap dipertahankan, yakni asisten pelatih. Keputusan itu diambil untuk menjaga kesinambungan program pembinaan sekaligus mempermudah proses adaptasi pemain selama masa transisi.
“Satu-satunya yang tidak diganti hanya posisi asisten pelatih. Selain posisi itu, semuanya, mulai dari pemain hingga posisi head coach, kami ganti dengan yang baru,” ujarnya.
Pergantian pelatih biasanya menjadi salah satu keputusan paling berisiko dalam sepak bola profesional. Namun, langkah tersebut juga sering dipilih klub yang ingin mengubah karakter permainan maupun memperbaiki pencapaian kompetisi.
Dengan hadirnya pelatih baru, PSPS diperkirakan akan membawa pendekatan taktik dan filosofi permainan yang berbeda dibanding musim sebelumnya.
Dua Pemain Asing Disiapkan Perkuat Daya Saing
Selain merombak pemain lokal, PSPS juga memastikan akan mendatangkan dua pemain asing baru. Meski identitas kedua pemain tersebut belum diumumkan kepada publik, manajemen menyebut kehadiran mereka menjadi bagian dari kejutan yang tengah dipersiapkan menjelang dimulainya kompetisi.
“Semuanya menjadi kejutan untuk musim 2026-2027. Kami mendatangkan para pemain baru, termasuk ada dua orang pemain asing baru,” kata Gade.
Dalam kompetisi Liga 2, kualitas pemain asing kerap menjadi pembeda, terutama pada pertandingan-pertandingan yang berlangsung ketat. Kehadiran pemain asing yang mampu memberikan kontribusi nyata dapat meningkatkan produktivitas serangan maupun memperkuat organisasi pertahanan tim.
Karena itu, publik kini menunggu siapa dua pemain asing yang akan menjadi bagian dari proyek baru Askar Bertuah.
Proyek Baru untuk Mengejar Liga 1
Perombakan hingga separuh skuad menunjukkan bahwa PSPS tidak sekadar melakukan tambal sulam pemain. Langkah tersebut mencerminkan upaya membangun ulang fondasi tim agar mampu bersaing secara konsisten sepanjang musim.
Evaluasi besar-besaran juga mengindikasikan bahwa manajemen melihat perlunya peningkatan kualitas di berbagai lini untuk menghadapi persaingan Liga 2 yang diperkirakan semakin ketat.
Bagi klub yang memiliki sejarah panjang di sepak bola nasional seperti PSPS, promosi ke Liga 1 bukan hanya soal prestasi olahraga, tetapi juga menyangkut reputasi klub dan kebanggaan masyarakat Riau.
Kompetisi kasta tertinggi akan membuka peluang lebih besar bagi klub untuk menarik sponsor, meningkatkan nilai komersial, memperluas basis pendukung, hingga memberikan dampak ekonomi kepada pelaku usaha di sekitar stadion saat pertandingan berlangsung.
Karena itu, investasi terhadap pemain baru dan pelatih baru menjadi bagian dari strategi jangka menengah yang disiapkan manajemen.
Tantangan Adaptasi Jadi Ujian Awal
Meski menjanjikan peningkatan kualitas, perombakan besar juga memiliki tantangan tersendiri. Masuknya banyak pemain baru berarti tim membutuhkan waktu membangun chemistry, memahami filosofi pelatih dan menciptakan kekompakan di lapangan.
Keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada kecepatan adaptasi seluruh pemain selama masa persiapan sebelum kompetisi dimulai.
Apabila proses tersebut berjalan baik, PSPS berpeluang tampil lebih kompetitif. Sebaliknya, bila adaptasi berjalan lambat, perubahan besar justru dapat memengaruhi konsistensi performa pada awal musim.
Karena itu, masa pramusim menjadi fase yang sangat menentukan bagi keberhasilan proyek baru Askar Bertuah.
Dukungan Suporter Dinilai Jadi Faktor Penting
Selain membangun kekuatan tim, manajemen juga berharap dukungan masyarakat Riau tetap mengalir sepanjang musim.
Menurut Gade, semangat yang diberikan suporter memiliki arti penting bagi perjuangan tim dalam mengejar target promosi.
Ia optimistis, kombinasi pemain baru, pelatih baru, serta persiapan yang matang mampu membawa PSPS bersaing di papan atas Liga 2.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, agar PSPS Pekanbaru insyaallah dapat melangkah dan promosi ke Liga 1 pada musim depan,” ujarnya.
Harapan tersebut menjadi penutup dari proyek pembenahan besar yang kini tengah dijalankan PSPS.
Kini, perhatian publik Riau tertuju pada siapa saja wajah-wajah baru yang akan diperkenalkan manajemen dalam waktu dekat, termasuk dua pemain asing yang disiapkan sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing tim.
Dengan target promosi yang telah dinyatakan secara terbuka, musim 2026/2027 menjadi salah satu periode paling menentukan bagi perjalanan PSPS Pekanbaru untuk kembali menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (mcr)






