BMKG Catat 5 Hotspot di Riau, Hujan Lebat dan Petir Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini

Riau menjadi salah satu daerah prioritas pengendalian Karhutla tahun 2026. Medio Januari-Juni 2026, BNPB mencatat sekitar 15.031 hektare karhutla di Riau. (Foto: CNN Indonesia)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mencatat, saat ini masih terdapat lima titik panas (hotspot) di Riau. Meski demikian, sejumlah wilayah diprakirakan masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang dan lebat disertai petir serta angin kencang, Minggu (5/7/2026).

Keberadaan titik panas tersebut menjadi perhatian, karena potensi kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diantisipasi, terutama apabila aktivitas pembakaran masih dilakukan masyarakat. BMKG mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor bila menemukan indikasi kebakaran.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Putri Santy S. mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB terdapat 200 hotspot di Pulau Sumatera.

Sebaran terbanyak berada di Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatera Selatan yang masing-masing mencatat 64 titik. Lampung dan Sumatera Utara masing-masing memiliki 14 titik, Bengkulu 10 titik, Aceh, Jambi dan Sumatera Barat masing-masing sembilan titik, Kepulauan Riau dua titik, sedangkan Provinsi Riau tercatat lima titik panas.

Di Riau, hotspot tersebut tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak tiga titik, Kabupaten Bengkalis satu titik, dan Kabupaten Siak satu titik.

“Di Provinsi Riau terpantau lima titik panas yang tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Siak. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di lingkungan sekitarnya,” kata Putri.

Baca juga:  Hujan Berpotensi Guyur Pekanbaru Dini Hari, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

Di sisi lain, BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Riau pada siang hingga malam hari.

Daerah yang diprakirakan terdampak meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai.

Putri menjelaskan, hujan sebenarnya telah mulai terpantau sejak pagi berdasarkan citra radar cuaca.

“Berdasarkan pantauan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai pada siang, sore hingga malam hari,” ujarnya.

Pada siang hari, hujan ringan hingga sedang juga diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Siak, Pelalawan, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai. Memasuki sore hingga malam, hujan diperkirakan meluas ke sebagian besar wilayah Riau.

Sementara itu, dini hari hujan ringan masih berpotensi terjadi di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Wilayah lainnya diprakirakan mengalami kondisi udara kabur hingga berawan.

Baca juga:  SF Hariyanto Emosi Lihat Kepala OPD Ramai-Ramai Absen Saat Paripurna APBD

BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembapan mencapai 55 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah sehingga aktivitas pelayaran relatif aman. Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta mengikuti perkembangan prakiraan cuaca sebelum berlayar.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan informasi cuaca harian karena perubahan kondisi atmosfer dapat terjadi dalam waktu singkat. Selain mengantisipasi dampak hujan lebat dan angin kencang, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan juga tetap diperlukan sebagai upaya mencegah munculnya titik api baru di Riau. (mcr)