PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-PSPS Pekanbaru terus menunjukkan arah pembangunan skuad terbaik menghadapi kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2026/2027. Kali ini, manajemen memastikan bek muda Pramudya Dwi Trenady tetap menjadi bagian dari Askar Bertuah.
Keputusan tersebut bukan sekadar mempertahankan satu pemain, tetapi menjadi sinyal, klub mulai membangun fondasi jangka panjang melalui regenerasi pemain yang dinilai memiliki prospek berkembang.
Pengumuman itu disampaikan melalui akun Instagram resmi PSPS Pekanbaru. Dalam unggahan tersebut, manajemen menegaskan bahwa musim 2026/2027 akan menjadi musim ketiga Pramudya bersama klub sekaligus bagian dari proyeksi masa depan tim.
“Musim ketiganya menjadi proyeksi masa depan Askar Bertuah, terus berprogres,” tulis manajemen PSPS dalam unggahannya.
Keputusan mempertahankan Pramudya memperlihatkan bahwa PSPS tidak hanya fokus memburu pemain baru, tetapi juga menjaga kesinambungan skuad. Stabilitas tim dinilai menjadi modal penting menghadapi persaingan Liga 2 yang diprediksi semakin kompetitif.
Dengan bertahannya pemain berusia 21 tahun tersebut, PSPS kini telah mengamankan enam pemain dari skuad musim lalu. Sebelumnya, manajemen lebih dahulu mengumumkan tetap mempertahankan Antonio Gamaroni, Vieri Donny, Ilham Fathoni, Ilham Syafri dan Misbakus Solikin.
Langkah tersebut memperlihatkan, manajemen bersama pelatih kepala baru, Akhyar Ilyas mulai menyusun kerangka utama tim lebih awal dibanding musim-musim sebelumnya. Kerangka yang sudah terbentuk diharapkan mampu mempercepat proses adaptasi ketika latihan resmi dimulai.
Bagi Akhyar Ilyas, mempertahankan pemain yang sudah memahami karakter klub menjadi keuntungan tersendiri. Mantan pelatih Persiraja Banda Aceh itu memiliki waktu yang lebih efektif untuk membangun pola permainan tanpa harus memulai semuanya dari nol.
Pramudya sendiri merupakan salah satu pemain muda yang dinilai memiliki potensi berkembang. Berposisi sebagai bek tengah, pemain kelahiran 14 Desember 2004 tersebut memiliki postur 179 sentimeter dan dikenal cukup tenang dalam membaca permainan.
Sebelum bergabung bersama PSPS, Pramudya merupakan bagian dari tim PON Riau. Pengalamannya membela daerah menjadi modal penting ketika dipercaya memperkuat Askar Bertuah sejak Februari 2026.
Meski belum menjadi pemain paling senior di lini belakang, perkembangan performanya selama satu musim terakhir dinilai cukup positif. Faktor usia yang masih muda juga membuat manajemen melihat peluang besar untuk mengembangkan kualitasnya dalam beberapa musim ke depan.
Strategi mempertahankan pemain muda sejalan dengan kebutuhan klub yang ingin membangun tim lebih berkelanjutan. Dalam kompetisi panjang seperti Liga 2, keseimbangan antara pemain berpengalaman dan talenta muda menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga konsistensi performa.
Di sisi lain, langkah manajemen tersebut juga menjadi sinyal bahwa proses pembentukan skuad belum selesai. Pengumuman pemain bertahan diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang, bersamaan dengan perekrutan pemain baru di sejumlah posisi yang dinilai masih membutuhkan tambahan kualitas.
Harapan itu juga datang dari kalangan suporter. Kelompok pendukung Asykar Theking masih menunggu gebrakan manajemen dalam bursa transfer. Mereka berharap PSPS mampu menghadirkan pemain-pemain berkualitas yang dapat meningkatkan daya saing tim pada musim baru.
Optimisme suporter bukan tanpa alasan. Persaingan Liga 2 musim 2026/2027 diperkirakan berlangsung jauh lebih ketat dengan banyaknya klub yang mulai bergerak lebih awal membentuk skuad dan mendatangkan pemain berpengalaman.
Karena itu, mempertahankan kerangka tim saja dinilai belum cukup. Kehadiran wajah-wajah baru yang memiliki kualitas dan pengalaman menjadi kebutuhan agar PSPS mampu bersaing di papan atas serta kembali membuka peluang promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Manajemen sendiri telah menjadwalkan latihan perdana sekaligus seleksi pemain pada pertengahan Juli 2026. Agenda tersebut akan menjadi tahapan awal pembentukan skuad secara utuh sebelum memasuki rangkaian uji coba pramusim.
Pelatih Akhyar Ilyas diperkirakan akan memanfaatkan periode pramusim untuk menilai komposisi pemain yang dipertahankan sekaligus menguji kemampuan para pemain baru maupun peserta seleksi.
Proses tersebut menjadi sangat penting karena operator kompetisi diperkirakan akan menggulirkan Liga 2 musim 2026/2027 pada akhir Agustus hingga awal September 2026, setelah seluruh peserta menyelesaikan persiapan.
Bagi PSPS, waktu persiapan yang relatif singkat membuat setiap keputusan dalam menyusun skuad menjadi sangat menentukan. Semakin cepat komposisi tim terbentuk, semakin besar peluang membangun kekompakan sebelum kompetisi dimulai.
Di tengah tingginya ekspektasi publik sepak bola Riau, keputusan mempertahankan Pramudya Dwi Trenady dapat dibaca sebagai bagian dari strategi jangka panjang klub. PSPS tidak hanya mengejar hasil instan, tetapi juga mulai memberi ruang bagi pemain muda lokal untuk berkembang bersama tim utama.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah berikutnya. Setelah mengamankan enam pemain inti, manajemen dituntut segera melengkapi kebutuhan skuad dengan rekrutan berkualitas agar Askar Bertuah memiliki kedalaman tim yang cukup menghadapi kerasnya persaingan Liga 2 musim 2026/2027.
Jika proses pembentukan tim berjalan sesuai rencana, kombinasi pemain yang dipertahankan dengan tambahan amunisi baru dapat menjadi fondasi bagi PSPS untuk tampil lebih kompetitif.
Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa proyek regenerasi yang mulai dibangun musim ini mampu membawa Askar Bertuah kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan dalam perebutan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional. (trp)






