PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Spanyol memastikan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026, setelah menumbangkan Belgia dengan skor 2-1 dalam laga dramatis perempat final di SoFi Stadium, Los Angeles, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut bukan hanya menjaga asa La Furia Roja merebut gelar juara dunia, tetapi juga menghadirkan salah satu pertandingan paling dinantikan di turnamen ini, yakni duel melawan Prancis.
Gol penentu kemenangan dicetak Mikel Merino hanya dua menit menjelang waktu normal berakhir. Gol tersebut mematahkan perlawanan Belgia yang sempat bangkit menyamakan kedudukan dan memastikan Spanyol melangkah ke empat besar dengan penuh drama.
Hasil ini membuat semifinal Piala Dunia 2026 mempertemukan dua kekuatan utama sepak bola Eropa. Spanyol akan menghadapi Prancis pada Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB di AT&T Stadium, Arlington. Pertandingan tersebut diprediksi menjadi salah satu laga terbesar sepanjang turnamen karena mempertemukan dua tim yang sedang berada dalam performa terbaik.
Dominasi Spanyol Berbuah Kemenangan
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil kendali permainan. Penguasaan bola yang tinggi membuat Belgia kesulitan membangun serangan dan lebih banyak bertahan di wilayah sendiri.
Meski mengontrol jalannya pertandingan, Spanyol membutuhkan waktu cukup lama untuk membongkar pertahanan rapat Belgia. Peluang pertama baru hadir pada menit ke-21 melalui tendangan melengkung Lamine Yamal dari luar kotak penalti, namun bola masih melebar dari sasaran.
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-30. Berawal dari penetrasi Pedro Porro di sisi kanan, umpan tariknya disambut Dani Olmo yang sempat ditepis Thibaut Courtois. Bola muntah kemudian disambar Fabian Ruiz menjadi gol pembuka bagi Spanyol.
Unggul satu gol membuat Spanyol semakin percaya diri. Lamine Yamal nyaris menggandakan keunggulan lewat tendangan bebas beberapa menit kemudian, tetapi Courtois kembali menunjukkan kualitasnya dengan penyelamatan gemilang.
Belgia Bangkit Lewat Satu Peluang
Di tengah dominasi Spanyol, Belgia justru mampu memanfaatkan peluang pertamanya menjadi gol. Serangan dibangun dari sisi kiri sebelum Timothy Castagne mengirim umpan ke depan gawang. Charles De Ketelaere berhasil mendahului Pau Cubarsi dan menanduk bola ke sudut gawang yang gagal dijangkau Unai Simon.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 pada menit ke-41 dan bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Spanyol kembali mengambil inisiatif menyerang. Lamine Yamal beberapa kali mengancam pertahanan Belgia, sementara Mikel Oyarzabal juga memperoleh peluang emas yang masih mampu digagalkan Courtois.
Belgia bukan tanpa ancaman. Kevin De Bruyne sempat memperoleh kesempatan dari luar kotak penalti, namun lini belakang Spanyol masih mampu meredam tekanan.
Mikel Merino Kembali Jadi Pahlawan
Momentum pertandingan berubah ketika pelatih Spanyol memasukkan Nico Williams dan Mikel Merino untuk menambah daya gedor pada sepuluh menit terakhir.
Keputusan tersebut terbukti menjadi langkah yang menentukan. Pada menit ke-88, Pau Cubarsi melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola gagal diamankan dengan sempurna oleh kiper pengganti Belgia, Senne Lammens, sehingga memantul ke depan gawang.
Merino yang bergerak cepat langsung menyambar bola rebound dan mengirimnya ke dalam gawang Belgia. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-1 sekaligus memastikan kemenangan Spanyol.
Belgia masih berusaha mengejar ketertinggalan selama tujuh menit tambahan waktu. Namun, pertahanan disiplin Spanyol mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Semifinal Sarat Gengsi Melawan Prancis
Keberhasilan menembus semifinal membawa Spanyol menghadapi tantangan yang jauh lebih berat, yakni Prancis. Les Bleus lebih dulu mengamankan tiket empat besar setelah mengalahkan Maroko dengan skor 2-0 pada pertandingan sebelumnya.
Pertemuan Spanyol dan Prancis dipastikan menjadi laga yang sarat gengsi. Kedua negara merupakan kekuatan tradisional sepak bola Eropa yang dalam beberapa tahun terakhir silih berganti mendominasi berbagai turnamen internasional.
Catatan pertemuan juga menunjukkan persaingan yang ketat. Dari 38 pertandingan sebelumnya, Spanyol sedikit lebih unggul dengan mengoleksi 18 kemenangan. Prancis meraih 13 kemenangan, sedangkan tujuh pertandingan lainnya berakhir imbang.
Rekor tersebut memberi modal psikologis bagi La Furia Roja, meski Prancis tetap datang dengan status salah satu favorit juara.
Yang menarik, pertemuan terakhir kedua tim terjadi di semifinal UEFA Nations League 2025. Saat itu, Spanyol keluar sebagai pemenang setelah melalui pertandingan penuh drama dengan skor 5-4.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap pertemuan kedua negara hampir selalu berlangsung terbuka dengan intensitas tinggi dan kualitas permainan kelas dunia.
Duel Penentu Jalan Menuju Final
Semifinal nanti diperkirakan menjadi ujian terbesar bagi generasi baru Spanyol.
Di satu sisi, tim asuhan La Furia Roja memiliki kombinasi pemain muda seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Nico Williams yang tampil tanpa rasa takut. Di sisi lain, mereka juga didukung pemain-pemain berpengalaman seperti Rodri, Fabian Ruiz, Dani Olmo, hingga Mikel Merino yang mampu menjadi pembeda dalam laga-laga besar.
Sementara itu, Prancis datang dengan kedalaman skuad yang merata dan pengalaman bermain di level tertinggi. Kekuatan lini depan serta efektivitas serangan balik membuat Les Bleus menjadi lawan yang sulit ditaklukkan.
Dengan performa kedua tim sepanjang turnamen, duel Spanyol kontra Prancis diprediksi menjadi semifinal yang paling dinantikan sekaligus berpotensi menentukan siapa kandidat terkuat menuju gelar juara Piala Dunia 2026.
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026
Prancis vs Spanyol
Rabu, 15 Juli 2026
Kick-off 02.00 WIB
Stadion: AT&T Stadium, Arlington. (dtc)
