PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Persoalan infrastruktur jalan menjadi perhatian utama masyarakat Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau di tengah berlangsungnya Event Serindit Boat Race pada 19–20 Agustus 2026.
Keluhan warga soal kondisi jalan mendapat respons langsung Bupati Afni. Dihadapan masyarakat, Afni mengungkap, pemerintah daerah telah mendapatkan tambahan anggaran dari pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan ruas jalan dari arah Tualang menuju Sungai Mandau.
Menurut Afni, pembangunan jalan sepanjang sekitar 1 kilometer pada ruas tersebut telah diselesaikan sebelumnya. Tahun ini, pemerintah mendapatkan tambahan pembangunan sekitar 3,5 kilometer.
“Dari arah Tualang ke arah Sungai Mandau kemarin sudah selesai 1 kilometer. Tahun ini, kita mendapatkan tambahan pembangunan sekitar 3,5 kilometer lagi untuk melanjutkan proyek sebelumnya,” kata Afni.
Menurut Afni, pembangunan lanjutan tersebut tidak menggunakan APBD Kabupaten Siak. Keterbatasan fiskal daerah membuat pemerintah daerah harus mencari sumber pembiayaan dari pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
“Perlu diketahui, anggaran ini bukan dari APBD karena keterbatasan kita, melainkan hasil perjuangan pusat lewat Inpres Jalan Daerah,” ujarnya.
Jalan dan Ketimpangan Infrastruktur
Persoalan jalan di Sungai Mandau menjadi isu penting karena wilayah tersebut dikenal memiliki aktivitas ekonomi dan sumber daya alam yang besar.
Afni mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur. Menurut dia, keberadaan berbagai perusahaan di kawasan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kondisi infrastruktur yang dirasakan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Siak, kata Afni, akan terus mendorong pemerintah pusat agar persoalan jalan di Sungai Mandau mendapat perhatian lebih besar.
“Kita perlu mengundang orang Jakarta (pemerintah pusat) ke Sungai Mandau agar mereka tahu penderitaan rakyat di sini,” katanya.
Afni memahami kekecewaan masyarakat terhadap lambatnya pembangunan jalan. Namun, dia menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya memperjuangkan kebutuhan infrastruktur tersebut.
“Saya tahu bapak dan ibu mungkin kecewa dan kesal melihat lambatnya pembangunan jalan. Namun saya tidak ke mana-mana, saya tidak lari dari tanggung jawab,” ujar Afni.
“Semampu dan sedaya upaya saya, saya akan tetap hadir langsung bersama masyarakat,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Afni ketika menghadiri pembukaan Serindit Boat Race di Tepian Jembatan Kampung Sungai Selodang, Kecamatan Sungai Mandau.
Serindit Boat Race Libatkan 19 Tim
Event Serindit Boat Race sendiri merupakan kegiatan tahunan yang digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kompetisi berlangsung selama dua hari, 19–20 Agustus 2026. Lokasi perlombaan dipusatkan di Tepian Jembatan Kampung Sungai Selodang.
Ketua Panitia Pelaksana Razi Ramadhan mengatakan sebanyak 19 tim mengikuti kompetisi tersebut. Peserta terdiri atas 12 tim putra dan tujuh tim putri.
Setiap tim diperkuat delapan kru inti. Komposisinya terdiri dari enam pendayung, satu drummer atau penabuh drum, serta satu jurumudi.
Selain kru inti, setiap tim diperbolehkan memiliki dua pemain cadangan. Peserta berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Siak. Perwakilan Kecamatan Siak, Mempura, Tualang dan Koto Gasib turut ambil bagian dalam perlombaan.
Panitia juga menghadirkan satu tim undangan khusus dari Kabupaten Bengkalis. Kehadiran peserta dari sejumlah daerah membuat Serindit Boat Race tidak hanya menjadi agenda olahraga masyarakat, tetapi juga mempertemukan komunitas dari beberapa wilayah di sekitar Siak.
Kreativitas di Tengah Efisiensi Anggaran
Di tengah persoalan fiskal daerah, pelaksanaan kegiatan tersebut juga menjadi perhatian Bupati Afni.
Saat membuka perlombaan, Afni menyampaikan apresiasi kepada panitia yang tetap menggelar kegiatan meski pemerintah daerah sedang menghadapi efisiensi anggaran.
“Saya datang ini wujud bahwa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Meskipun di tengah efisiensi anggaran yang luar biasa, tetapi kreativitas masih tetap jalan,” kata Afni.
Ia menilai penyelenggaraan kegiatan masyarakat tetap dapat dilakukan dengan mengandalkan kreativitas dan partisipasi berbagai pihak.
“Itulah yang saya hargai dari para panitia yang berinisiatif dalam kegiatan ini. Tak ada rotan, akar pun jadi. Kreativitas seperti ini yang terus kita butuhkan,” ujarnya.
Namun, di balik kemeriahan perlombaan tersebut, persoalan infrastruktur menjadi isu yang lebih substansial bagi masyarakat Sungai Mandau.
Kondisi jalan berkaitan langsung dengan mobilitas warga, akses antarkawasan dan aktivitas ekonomi. Karena itu, tambahan pembangunan sekitar 3,5 kilometer melalui anggaran pemerintah pusat menjadi bagian penting dari agenda pembangunan di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Siak kini dituntut memastikan perjuangan mendapatkan dukungan pusat tersebut benar-benar berlanjut menjadi pembangunan fisik yang dirasakan masyarakat.
Bagi warga Sungai Mandau, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya banyaknya kegiatan yang digelar, tetapi juga sejauh mana persoalan dasar seperti akses jalan dapat diselesaikan.
Pembukaan Serindit Boat Race turut dihadiri Ketua PODSI Kabupaten Siak terpilih periode 2026–2030 Muslan, Kapolsek Sungai Mandau, serta tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setempat. (bsh)






