PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pengguna Jalan Tol Pekanbaru-Dumai yang keluar menuju Kota Pekanbaru mulai Kamis (30/7/2026) harus menyesuaikan rute perjalanan. Karena PT Hutama Karya (Persero) telah memberlakukan pengalihan akses keluar di jalan akses pintu tol Pekanbaru sebagai bagian dari pembangunan konektivitas Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru.
Rekayasa lalu lintas diberlakukan di STA 00+200 Jalan Tol Pekanbaru-Dumai untuk mendukung pembangunan jembatan overpass yang akan menghubungkan kedua ruas tol tersebut. Kebijakan ini berdampak langsung pada arus kendaraan yang sebelumnya keluar melalui akses eksisting menuju Muara Fajar.
Mulai hari ini, seluruh kendaraan yang keluar menuju Kota Pekanbaru akan diarahkan melalui Pintu Tol Bypass Pekanbaru sesuai rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan. Pengalihan dilakukan selama pekerjaan konstruksi berlangsung guna menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan sesuai jadwal.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani mengatakan, perubahan jalur tersebut merupakan tahapan penting dalam pembangunan jaringan jalan tol di Provinsi Riau.
Menurutnya, penyambungan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru membutuhkan pekerjaan konstruksi berupa pembangunan jembatan overpass di area STA 00+200. Karena berada di jalur utama lalu lintas kendaraan, pengalihan akses menjadi langkah yang tidak dapat dihindari.
“Pemindahan jalur ini merupakan bagian dari tahapan pembangunan konektivitas antara Jalan Tol Pekanbaru–Dumai dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru. Pekerjaan ini diperlukan agar proses penyambungan kedua ruas tol dapat berjalan sesuai target tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” ujar Hamdani.
Ia mengimbau seluruh pengguna jalan agar memperhatikan rambu-rambu lalu lintas sementara, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengurangi kecepatan ketika melintasi kawasan pekerjaan.
Sebelum rekayasa diberlakukan, kendaraan yang keluar dari Tol Pekanbaru-Dumai menuju Kota Pekanbaru menggunakan akses eksisting melalui Akses Muara Fajar.
Namun mulai 30 Juli 2026, seluruh arus kendaraan dialihkan menuju Pintu Tol Bypass Pekanbaru. Pengguna jalan diminta menyesuaikan perjalanan sejak mendekati lokasi pengalihan agar tidak mengalami kebingungan maupun perlambatan arus lalu lintas.
Perubahan jalur tersebut diperkirakan akan meningkatkan kepadatan kendaraan pada masa awal penerapan karena pengguna jalan masih beradaptasi dengan rute baru.
Karena itu, Hutama Karya meminta masyarakat mengatur waktu perjalanan lebih awal, terutama pada jam sibuk, agar perjalanan tetap lancar.
Bagian dari Penyambungan Tol Lingkar Pekanbaru
Pembangunan yang sedang berlangsung merupakan bagian dari proyek penyambungan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru.
Konektivitas kedua ruas tol tersebut diharapkan dapat memperkuat jaringan jalan bebas hambatan di Riau sehingga distribusi barang dan mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien.
Pembangunan overpass di lokasi STA 00+200 menjadi salah satu pekerjaan utama yang harus diselesaikan sebelum koneksi kedua ruas tol dapat difungsikan secara optimal.
Karena pekerjaan dilakukan di kawasan yang masih dilalui kendaraan, rekayasa lalu lintas dipilih sebagai solusi untuk menjaga aktivitas konstruksi tetap berjalan tanpa menghentikan operasional jalan tol.
Untuk mendukung pelaksanaan pengalihan jalur, Hutama Karya berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Riau, Dinas Perhubungan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Sejumlah perlengkapan keselamatan telah dipasang di sekitar lokasi pekerjaan, mulai dari rambu-rambu lalu lintas sementara, traffic cone, water barrier, papan informasi, hingga lampu peringatan.
Selain itu, petugas juga ditempatkan di beberapa titik strategis untuk membantu mengarahkan kendaraan selama masa transisi penerapan rekayasa lalu lintas.
Hutama Karya memastikan kondisi lalu lintas akan dipantau dan dievaluasi secara berkala sehingga apabila diperlukan penyesuaian di lapangan dapat segera dilakukan guna menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan pengguna jalan.
Pengguna Jalan Diminta Mengantisipasi Perjalanan
Pengalihan akses keluar ini menjadi informasi penting bagi masyarakat yang rutin menggunakan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai, terutama pengguna yang memiliki tujuan menuju pusat Kota Pekanbaru.
Perubahan rute berpotensi memengaruhi estimasi waktu tempuh, khususnya pada hari-hari awal pemberlakuan rekayasa lalu lintas. Karena itu, pengguna jalan disarankan memperhitungkan waktu perjalanan lebih awal dan mengikuti seluruh petunjuk yang tersedia di lapangan.
Hutama Karya juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pembangunan berlangsung. Perusahaan menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas dilakukan demi mendukung penyelesaian proyek konektivitas jalan tol sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
Dengan pengaturan sementara tersebut, pembangunan penyambungan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai dan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru diharapkan dapat berlangsung sesuai target tanpa mengganggu operasional jalan tol secara menyeluruh. (why)






