ROKAN HILIR, FOKUSRIAU.COM-Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Basra, RT 005/RW 030, Dusun 15, Kepenghuluan Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (22/7/2026) sore. Empat rumah warga hangus dengan kerugian material diperkirakan sekitar Rp500 juta.
Selain empat rumah terbakar, dua rumah lainnya terpaksa dibongkar oleh warga sebagai langkah darurat untuk menghentikan penyebaran api ke bangunan lain di kawasan yang berdekatan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal beserta harta benda mereka.
Empat rumah yang terbakar masing-masing milik Basir (60), Khalifah Ali (80), Tholib (65) dan Ridwan (39). Sementara dua rumah yang dibongkar untuk membuat jalur pemisah api merupakan milik Aji Muslim (36) dan Tarmizi (58).
Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.05 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar karena lokasi kejadian berada di kawasan permukiman padat sehingga api mudah menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Petugas Polsek Panipahan bersama personel TNI dan masyarakat setempat segera melakukan upaya pemadaman. Warga juga bergotong royong membantu mengevakuasi penghuni rumah serta menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dikeluarkan sebelum api menghanguskan bangunan.
Aparat telah melakukan proses pendinginan di lokasi, sekaligus mengamankan area kebakaran untuk mencegah munculnya titik api baru.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Aparat belum menyimpulkan sumber api yang memicu kebakaran tersebut.
Meski demikian, tokoh masyarakat Panipahan, Nasrisyam menyebut, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. Dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.
“Dugaan sementara akibat korsleting listrik. Kejadiannya sekitar pukul 17.00 WIB. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” kata Nasrisyam.
Menurutnya, warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas datang. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak mampu menghentikan penyebaran api.
“Warga berusaha memadamkan api secara manual, tetapi api terus membesar. Kami hanya sempat menyelamatkan sebagian barang-barang milik warga sebelum rumah terbakar seluruhnya,” ujarnya.
Keputusan membongkar dua rumah di sekitar lokasi diambil sebagai langkah darurat untuk memutus jalur rambatan api. Langkah tersebut dinilai efektif mencegah kebakaran meluas ke lebih banyak rumah di kawasan permukiman yang padat.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman dengan jarak antarrumah yang berdekatan. Dalam kondisi seperti itu, api dapat menyebar dalam hitungan menit sehingga penanganan cepat menjadi faktor penting untuk meminimalkan kerusakan.
Selain kehilangan tempat tinggal, para korban juga diperkirakan kehilangan berbagai barang berharga yang tidak sempat diselamatkan saat api membesar. Nilai kerugian yang mencapai sekitar Rp500 juta menjadi beban berat bagi para korban yang sebagian besar merupakan masyarakat dengan mata pencaharian serabutan.
Nasrisyam berharap, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dapat segera memberikan bantuan kepada warga terdampak agar mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memulai kembali kehidupan setelah musibah tersebut.
“Korban merupakan masyarakat biasa yang sebagian besar bekerja serabutan. Kami berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan bantuan sehingga para korban bisa kembali bangkit setelah musibah ini,” katanya.
Sementara itu, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab insiden tersebut sekaligus langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Musibah ini menjadi perhatian karena tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi yang besar, tetapi juga mengakibatkan sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat.
Warga sekitar diharapkan tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman sambil menunggu hasil penyelidikan resmi mengenai penyebab kebakaran di Panipahan Darat. (rom)






