PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Seorang kru MT Pancaran Agility dilaporkan meninggal dunia saat kapal berada di Perairan Selat Rupat, Kota Dumai, Riau. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Basarnas Pekanbaru melalui Unit Siaga SAR (USS) Dumai mengerahkan tim penyelamat untuk melakukan evakuasi medis dan membawa jenazah korban menuju daratan.
Korban diketahui bernama Mulfian Munir (73), warga negara Indonesia. Ia dinyatakan meninggal dunia, setelah sebelumnya dilaporkan pingsan saat berada di atas kapal.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi mengatakan, informasi mengenai kejadian tersebut diterima, Selasa (21/7/2026). Laporan yang masuk menyebut, korban membutuhkan evakuasi dari kapal menuju Kota Dumai setelah dinyatakan meninggal.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, 20 Juli 2026 korban dilaporkan pingsan saat berada di atas MT Pancaran Agility. Kru kapal segera memberikan pertolongan pertama selama kurang lebih 10 menit,” kata Budi.
Menurutnya, setelah upaya pertolongan awal dilakukan oleh kru kapal, tim medis kemudian datang ke kapal untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban.
Hasil pemeriksaan menunjukkan, korban telah meninggal dunia. Menerima laporan tersebut, Basarnas Pekanbaru segera mengaktifkan operasi SAR evakuasi medis melalui USS Dumai.
Sebanyak empat personel Rescue USS Dumai bersama tiga kru Rescue Boat (RB) 218 Dumai diberangkatkan menuju titik pertemuan di Perairan Dumai untuk melaksanakan proses evakuasi jenazah dari kapal.
Tim bergerak menggunakan armada penyelamat menuju lokasi kapal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan selama pelayaran maupun proses pemindahan jenazah.
Setelah proses evakuasi selesai dilakukan, jenazah korban kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
“Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban dibawa menuju RSUD Kota Dumai untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Budi.
Ditambahkan, seluruh rangkaian operasi berlangsung aman berkat koordinasi yang baik antara tim SAR, kru kapal, serta pihak-pihak terkait.
Basarnas memastikan, setiap tahapan evakuasi dilaksanakan sesuai standar operasional guna menjamin keselamatan personel maupun kelancaran proses penanganan korban.
Evakuasi medis seperti ini menjadi bagian dari tugas Basarnas dalam memberikan layanan pencarian dan pertolongan terhadap kondisi darurat di wilayah perairan Indonesia, termasuk ketika terjadi insiden yang melibatkan awak kapal.
Perairan Selat Rupat sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran yang cukup padat di wilayah pesisir timur Pulau Sumatra. Aktivitas kapal niaga yang melintas setiap hari membuat kesiapsiagaan layanan SAR menjadi faktor penting untuk merespons berbagai kondisi darurat yang dapat terjadi di laut.
Dalam kasus ini, respons cepat dilakukan setelah laporan diterima sehingga proses pemindahan jenazah dari kapal menuju fasilitas kesehatan di darat dapat berlangsung sesuai prosedur.
Bagi masyarakat maupun pelaku pelayaran, keberadaan layanan SAR menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan transportasi laut, terutama ketika terjadi kondisi darurat yang memerlukan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Basarnas juga mengimbau setiap operator kapal agar segera melaporkan setiap kondisi darurat kepada otoritas terkait sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.
Operasi SAR terhadap kru MT Pancaran Agility tersebut akhirnya selesai setelah jenazah berhasil dievakuasi dan diserahkan ke pihak rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. (mcr)






