Hotspot Riau Tersisa 10 Titik, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Sejumlah petugas melakukan pemadaman di lokasi karhutla. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Minggu (19/7/2026) pukul 23.00 WIB mencatat jumlah titik panas atau hotspot di Riau turun menjadi 10 titik. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, karena potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih ada.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Putri Santy S menjelaskan, 10 hotspot yang masih terpantau tersebar di empat kabupaten. Indragiri Hulu menjadi daerah dengan titik panas terbanyak, yakni enam titik.

Selanjutnya Kabupaten Indragiri Hilir dua titik, Kabupaten Kuantan Singingi satu titik, dan Kabupaten Rokan Hulu satu titik.

“Di Riau terpantau 10 titik panas yang tersebar di empat kabupaten. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan agar dapat segera dilakukan penanganan,” ujar Putri.

Secara regional, BMKG mencatat terdapat 447 hotspot di Pulau Sumatera. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak yakni 134 titik, diikuti Aceh 93 titik dan Bangka Belitung 89 titik.

Hujan Diprakirakan Meluas
Saat jumlah hotspot menurun, BMKG memprakirakan hujan justru akan meluas di hampir seluruh wilayah Riau sepanjang Senin (20/7/2026).

Sejak pagi, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Kota Dumai, serta sebagian Kota Pekanbaru.

Pada siang sampai sore, hujan diprakirakan semakin meluas dan berpotensi terjadi di hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Sementara pada malam hari, hujan masih berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kampar, Siak, Pelalawan, Rokan Hulu, Kepulauan Meranti, dan Kota Pekanbaru. Adapun pada dini hari, hujan ringan diprakirakan masih turun di sebagian Kabupaten Indragiri Hulu.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kabupaten Kampar, Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, serta Kota Dumai.

Selain itu, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembapan 60–100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Untuk sektor pelayaran, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau masih berada pada kategori rendah.

“Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah sehingga aktivitas pelayaran relatif aman. Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diimbau memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar,” kata Putri.

BMKG menegaskan bahwa hujan yang diprakirakan terjadi di berbagai wilayah tidak boleh membuat masyarakat lengah terhadap ancaman karhutla. Pencegahan sejak dini tetap menjadi langkah penting dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran agar dapat ditangani lebih cepat. (mcr)