Riau  

Pemprov Riau Gelar Pasar Murah 20-24 Juli, Beras SPHP Hanya Rp60.000 per 5 Kg

Plt Gubri SF Hariyanto berdialog dengan pengunjung pasar murah, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pemerintah Provinsi Riau kembali menggelar Operasi Pasar Murah pada 20-24 Juli 2026, untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Pasar murah akan berlangsung di Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai tersebut menyediakan berbagai komoditas pangan di bawah harga pasar sebagai langkah menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Operasi Pasar Murah dilaksanakan selama lima hari berturut-turut oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Riau Pangan Bertuah. Selain memberikan akses bahan pangan dengan harga lebih murah, program ini juga bertujuan memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, mengatakan kegiatan tersebut akan menyasar tiga daerah dengan lima titik pelaksanaan yang telah dijadwalkan.

“Pekan ini akan ada lima kali operasi pasar murah, mulai Senin hingga Jumat yang digelar di Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai,” kata Tetty, Senin (20/7/2026).

Melalui program ini, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Komoditas yang disediakan meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, garam, hingga telur ayam.

BACA JUGA :  Konflik Manusia dan Harimau di Pelalawan, Warga Diminta Waspada Saat Beraktivitas di Hutan dan Kebun

Untuk beras, pemerintah menjual beras SPHP seharga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram. Sementara beras premium jenis Anak Daro dan Sokan dipasarkan Rp83.000 per kemasan 5 kilogram atau Rp165.000 untuk kemasan 10 kilogram.

Selain beras, gula pasir dijual Rp18.000 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp15.500 per kemasan, garam kristal Rp2.000 per kemasan 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per kemasan 250 gram, serta telur ayam Rp49.000 per papan.

Harga tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan biaya yang lebih ringan, terutama di tengah upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan laju inflasi.

Jadwal Pasar Murah di Kampar, Pekanbaru dan Dumai
Pemprov Riau telah menetapkan lima lokasi pelaksanaan Operasi Pasar Murah selama sepekan. Jadwal pelaksanaannya sebagai berikut:

Senin, 20 Juli 2026 di halaman Kantor Lurah Bangkinang, Kabupaten Kampar.
Selasa, 21 Juli 2026 di halaman Plaza Citra, Jalan Pepaya, Kota Pekanbaru.
Rabu, 22 Juli 2026 di halaman Kantor Lurah Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
Kamis, 23 Juli 2026 di Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai.
Jumat, 24 Juli 2026 di halaman Kantor Lurah Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

BACA JUGA :  Siak Targetkan Produksi Padi Naik Dua Kali Lipat lewat Optimalisasi 1.473 Hektare Lahan

Masyarakat dapat mendatangi lokasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan untuk memperoleh bahan pokok dengan harga yang telah disubsidi pemerintah.

Upaya Menjaga Stabilitas Harga dan Pasokan
Tetty menjelaskan, Operasi Pasar Murah merupakan salah satu strategi TPID Provinsi Riau dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga kebutuhan pokok di pasaran. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan dengan harga yang stabil.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya berupaya menekan gejolak harga, tetapi juga memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar sehingga stok kebutuhan pokok tetap tersedia di berbagai daerah.

“Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan,” ujarnya.

Program ini juga menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah daerah terhadap potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang dapat memengaruhi inflasi daerah apabila tidak dikendalikan sejak dini.

Agar pelaksanaan berjalan tertib, masyarakat diimbau datang sesuai jadwal dan lokasi yang telah ditentukan. Pemprov Riau juga meminta warga mengikuti antrean dengan tertib sehingga pelayanan dapat berlangsung lebih cepat dan merata.

Selain itu, masyarakat diingatkan membawa tas belanja sendiri dari rumah. Langkah tersebut tidak hanya memudahkan saat membawa barang belanjaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

BACA JUGA :  Konflik Manusia dan Harimau di Pelalawan, Warga Diminta Waspada Saat Beraktivitas di Hutan dan Kebun

“Jangan lupa juga untuk membawa tas belanja sendiri dari rumah agar bisa mengurangi penggunaan kantong plastik,” kata Tetty.

Operasi Pasar Murah menjadi salah satu instrumen yang rutin dimanfaatkan Pemprov Riau untuk menjaga daya beli masyarakat ketika harga kebutuhan pokok berpotensi mengalami fluktuasi. Dengan menyediakan komoditas penting di bawah harga pasar, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan biaya yang lebih terjangkau.

Bagi warga di Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai, program ini memberikan kesempatan memperoleh beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang lebih stabil.

Langkah ini sekaligus diharapkan mampu menjaga konsumsi rumah tangga serta mendukung pengendalian inflasi di Provinsi Riau melalui keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi pangan. (trp)