Viral! Bayi di Kampar Diberi Nama Ali Khamenei, Kedubes Iran Datangi Rumah Orang Tua

Arsa Putra (baju putih) saat menyambut tamu yang datang ke rumahnya setelah memberi nama anaknya Ali Khamenei, di Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (7/4/2026). (Foto: Dok. Arsa Putra)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Keputusan sederhana memberi nama anak justru membawa kejutan besar bagi Arsa Putra (51), warga Desa Koto Tibun, Kabupaten Kampar, Riau. Ia tak menyangka, nama yang disematkan untuk buah hatinya, Ali Khamenei, menarik perhatian hingga dunia internasional.

Beberapa hari setelah kisah tersebut ramai di media sosial, perwakilan Kedutaan Besar Iran datang langsung ke rumah Arsa. Kunjungan itu menjadi momen langka yang tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh keluarga tersebut.

“Kami didatangi perwakilan Kedubes Iran. Mereka menyampaikan apresiasi atas nama yang kami berikan,” ujar Arsa kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Kedatangan tamu dari negara Timur Tengah itu sekaligus menjadi bentuk penghargaan yang membuat keluarga merasa bangga. Bahkan, menurut Arsa, kisah tersebut turut diberitakan oleh media di Iran.

Ia menegaskan, pemilihan nama Ali Khamenei bukan sekadar mengikuti tren atau sensasi. Ada makna dan harapan besar yang ingin ia titipkan kepada anaknya.

Arsa mengungkapkan, sebelum menetapkan nama tersebut, ia terlebih dahulu meminta izin kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan.

“Kami ingin anak kami kelak tumbuh menjadi sosok berilmu dan memiliki kepemimpinan besar,” katanya.

Nama Ali Khamenei sendiri dikenal luas sebagai tokoh penting dalam politik Iran. Sosok tersebut telah lama memegang peran strategis dalam menentukan arah kebijakan negara.

Belakangan, nama itu kembali menjadi sorotan dunia setelah muncul laporan terkait konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Situasi tersebut memicu ketegangan baru dan menjadi perhatian internasional.

Fenomena pemberian nama unik seperti ini bukan hal baru di Indonesia. Namun, kasus di Kampar ini menjadi berbeda karena berdampak langsung hingga menarik perhatian pihak luar negeri.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah cerita sederhana dari daerah bisa viral dan menjangkau audiens global, terutama di era digital saat ini. (kpc/bsh)

Tinggalkan Balasan