PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini tidak hanya dilakukan melalui program besar pemerintah. Di tingkat lingkungan warga, langkah sederhana seperti mendukung peternak lokal justru menjadi fondasi penting menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
Hal itu terlihat saat Kanit Binmas Restu Inanda bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Tampan Erick Jonatan Sihombing melakukan sambang dan silaturahmi ke peternakan kambing milik warga bernama Turimin di Jalan Pemuda, Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Sabtu (23/5/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda rutin pembinaan masyarakat. Personel Polsek Payung Sekaki turun langsung meninjau usaha peternakan warga yang dinilai mampu membantu mendukung program ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan pangan hewani masyarakat.
Di lahan sederhana miliknya, Turimin mengelola sekitar 10 hingga 15 ekor kambing secara mandiri. Hewan ternak itu dirawat setiap hari dan dipasarkan kepada warga sekitar maupun pembeli dari wilayah Kecamatan Payung Sekaki.
Usaha kecil tersebut perlahan menjadi sumber penghasilan utama keluarga. Selain itu, keberadaan peternakan kambing lokal juga membantu memenuhi kebutuhan daging masyarakat dengan harga yang relatif terjangkau.
Dalam dialog santai bersama warga, Ipda Restu Inanda menyampaikan bahwa sektor peternakan rakyat memiliki peran strategis menjaga stabilitas pangan daerah. Menurutnya, usaha kecil masyarakat harus mendapat perhatian dan motivasi agar terus berkembang.
“Kami ingin masyarakat tetap semangat menjalankan usaha mandiri seperti ini. Ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga lahir dari kerja keras warga,” ujarnya.
Selain memberi dukungan moril, personel kepolisian juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kandang serta kesehatan hewan ternak. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyakit sekaligus menjaga kualitas hasil peternakan.
Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, usaha peternakan skala rumahan dinilai semakin relevan. Banyak warga mulai melirik sektor peternakan karena memiliki peluang pasar yang stabil, terutama untuk kebutuhan konsumsi harian dan momen hari besar keagamaan.
Kecamatan Payung Sekaki sendiri menjadi salah satu kawasan di Pekanbaru yang masih memiliki aktivitas peternakan warga meski perkembangan permukiman terus meningkat. Kondisi itu menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis pangan lokal.
Kehadiran polisi melalui kegiatan sambang juga memberi dampak positif terhadap hubungan sosial masyarakat. Pendekatan humanis seperti ini dinilai efektif membangun komunikasi yang lebih dekat antara aparat keamanan dan warga binaan.
Bagi Turimin, perhatian dari kepolisian menjadi motivasi tambahan untuk terus mempertahankan usahanya. Ia berharap peternakan yang dikelolanya dapat berkembang sehingga mampu meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan sambang berlangsung aman dan kondusif. Silaturahmi hangat antara personel Polri dan masyarakat pun terlihat terjalin dengan baik selama kunjungan berlangsung. (bsh)









