PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Sudirman Fly Over, Pekanbaru, Minggu (17/5/2026), terasa berbeda dari biasanya. Di tengah ramainya warga berolahraga dan menikmati akhir pekan, sekelompok dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Informatika Universitas Abdurrab terlihat aktif menyapa masyarakat sambil membagikan informasi kampus.
Bukan sekadar promosi biasa, kegiatan itu dikemas dengan pendekatan santai dan lebih membumi. Para dosen hingga mahasiswa turun langsung berjalan kaki bersama masyarakat, memperkenalkan dunia teknologi informasi dengan cara yang lebih dekat dan humanis.
Langkah itu menjadi bagian dari strategi kampus dalam membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus menjawab tingginya kebutuhan tenaga digital di era transformasi teknologi saat ini.
Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Rektor II, Liza Trisnawati bersama jajaran pimpinan Fakultas Teknologi Informatika Universitas Abdurrab. Hadir pula Dekan Fakultas Teknologi Informatika Sukri, Ketua Prodi, Salamun, Sekretaris Prodi, Ira Puspita Sari dan Sekretaris Prodi bidang Marketing, Debi Setiawan.
Mereka membaur bersama mahasiswa sambil membawa atribut kampus dan materi sosialisasi Program Studi Teknologi Informatika. Kehadiran rombongan itu cukup mencuri perhatian warga yang memadati area CFD.
Di sela kegiatan, Liza Trisnawati mengatakan pendekatan langsung ke ruang publik dinilai lebih efektif untuk memperkenalkan kampus kepada masyarakat. Menurutnya, dunia pendidikan tinggi saat ini tidak bisa lagi hanya menunggu calon mahasiswa datang sendiri.
“Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. CFD menjadi ruang yang tepat karena banyak anak muda dan keluarga berkumpul di sini,” ujarnya.
Ia menilai, perkembangan industri digital membuat kebutuhan terhadap lulusan teknologi informasi terus meningkat. Karena itu, kampus perlu aktif membangun literasi digital sekaligus mengenalkan peluang pendidikan kepada masyarakat luas.
Menurut Liza, kegiatan jalan santai tersebut juga memiliki nilai lain di luar promosi kampus. Kebersamaan antara dosen dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun kultur akademik yang sehat dan terbuka.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut kuat secara akademik, tetapi juga harus sehat secara fisik dan mental. Kegiatan seperti ini membuat hubungan dosen dan mahasiswa lebih cair,” katanya.
Di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat, Universitas Abdurrab mencoba mengambil pendekatan berbeda. Jika sebagian kampus fokus pada promosi formal, Prodi Teknologi Informatika memilih cara yang lebih fleksibel dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pendekatan tersebut ternyata mendapat sambutan positif. Banyak warga terlihat berhenti untuk bertanya seputar program kuliah, prospek kerja lulusan teknologi informasi hingga peluang beasiswa yang tersedia.
Fenomena itu menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap bidang teknologi digital. Apalagi, kebutuhan tenaga kerja berbasis teknologi kini semakin luas, mulai dari pengembangan aplikasi, keamanan siber, kecerdasan buatan hingga bisnis digital.
Liza berharap tren positif itu dapat berdampak pada peningkatan jumlah mahasiswa baru di Program Studi Teknologi Informatika Universitas Abdurrab tahun ini.
“Target kami tentu terus meningkat. Semoga penerimaan mahasiswa baru Prodi TI tahun ini bisa mencapai 100 orang,” ujarnya optimistis.
Sementara itu, Debi Setiawan mengatakan kegiatan sosialisasi sebenarnya sudah berjalan sejak akhir tahun lalu. Tim marketing bersama himpunan mahasiswa terus bergerak melakukan pendekatan langsung ke sekolah maupun ruang publik.
Menurutnya, strategi tersebut sengaja dibangun dengan konsep yang tidak kaku agar masyarakat merasa lebih nyaman untuk berdiskusi mengenai dunia kampus.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa kuliah teknologi itu tidak menakutkan. Justru dunia digital sekarang membuka banyak peluang baru,” katanya.
Debi menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan promosi juga memberi dampak positif terhadap kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri mereka. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga dilatih menghadapi masyarakat secara langsung.
Ia menyebut, semangat mahasiswa menjadi energi penting dalam membangun citra Prodi TI Universitas Abdurrab di tengah persaingan kampus yang semakin kompetitif.
“Kami terus bergerak bersama mahasiswa dengan semangat dan pendekatan yang lebih humanis. Alhamdulillah, respon masyarakat sejauh ini sangat baik,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi di CFD itu sekaligus memperlihatkan perubahan pola promosi perguruan tinggi di era digital. Kampus kini tidak hanya menjual fasilitas akademik, tetapi juga pengalaman, kedekatan emosional dan lingkungan belajar yang nyaman bagi generasi muda.
Di Pekanbaru sendiri, minat terhadap jurusan berbasis teknologi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan ekonomi digital dan kebutuhan industri membuat bidang teknologi informasi menjadi salah satu jurusan yang paling diminati calon mahasiswa.
Melalui pendekatan yang lebih aktif di ruang publik, Universitas Abdurrab tampaknya ingin memastikan mereka tetap relevan di tengah perubahan zaman. Bukan hanya mencetak lulusan teknologi, tetapi juga membangun generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan digital. (zul)









