Rumor Omid Popalzay Kembali ke PSPS Pekanbaru Menguat, Aji Santoso Siapkan Skuad Liga 2

Omid Popalzay dikabarkan bakal kembali memperkuat PSPS Pekanbaru. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Aroma persiapan kompetisi Liga 2 musim 2026/2027 mulai terasa di tubuh PSPS Pekanbaru. Meski skuad diperkirakan baru kembali menggelar latihan pada Juli mendatang, dinamika bursa transfer sudah lebih dulu memancing perhatian publik sepak bola di Riau.

Satu nama yang kini kembali ramai diperbincangkan ialah Omid Popalzay. Gelandang serang asal Afghanistan itu disebut-sebut berpeluang pulang ke klub berjuluk Askar Bertuah setelah perjalanan kariernya berputar di beberapa klub Asia dan Indonesia.

Rumor itu sebenarnya bukan cerita baru. Sejak pertengahan Liga 2 musim 2025/2026, nama Omid sudah dikaitkan dengan PSPS Pekanbaru. Namun saat itu, sang pemain justru memilih menerima pinangan Persiraja Banda Aceh. Keputusan tersebut sempat membuat pendukung PSPS kecewa, terlebih Omid pernah meninggalkan kesan cukup kuat saat membela klub kebanggaan masyarakat Riau tersebut pada musim 2024.

Kini, situasinya berbeda. PSPS Pekanbaru tengah membangun fondasi baru bersama pelatih Aji Santoso. Perubahan permainan tim pada putaran akhir Liga 2 musim lalu mulai terlihat. Klub yang sempat berkutat di papan bawah perlahan bangkit dan menutup kompetisi di posisi enam Grup A.

Kebangkitan itu membuat manajemen diyakini mulai memburu pemain yang mampu meningkatkan kualitas lini tengah dan kreativitas serangan. Dalam konteks tersebut, nama Omid kembali muncul sebagai sosok yang dianggap cocok dengan kebutuhan tim.

Bagi publik Pekanbaru, Omid bukan sekadar pemain asing biasa. Ia dikenal memiliki visi bermain yang tenang, distribusi bola yang rapi, serta kemampuan membaca ruang di lini tengah. Saat pertama kali datang ke PSPS dari klub Lebanon, Nejmeh SC, Omid didatangkan tanpa biaya transfer. Namun kontribusinya di lapangan langsung terasa.

Pada musim 2024, permainan PSPS lebih hidup ketika Omid berada di lapangan. Pergerakan tanpa bola dan akurasi umpannya membuat aliran serangan Askar Bertuah lebih terarah. Tidak heran jika kepergiannya ke PSIM Yogyakarta sempat meninggalkan lubang besar di sektor kreativitas tim.

Karier Omid sendiri terbilang cukup unik. Setelah hengkang dari PSPS, ia sempat memperkuat PSIM Yogyakarta sebelum melanjutkan petualangan ke Thailand bersama Prime Bangkok. Namun kiprahnya di luar Indonesia tidak berlangsung lama. Ia akhirnya kembali ke Liga 2 dengan menerima tawaran Persiraja Banda Aceh.

Menariknya, bersama Persiraja, Omid justru tampil cukup impresif. Salah satu momen yang paling diingat tentu ketika ia membobol gawang mantan klubnya, PSPS Pekanbaru. Dalam pertandingan tersebut, Persiraja menang 4-2 dan Omid tampil dominan mengatur ritme permainan.

Penampilan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas pemain berusia 30 tahun tersebut masih sangat layak bersaing di level kompetitif Liga 2. Bahkan, sejumlah pengamat sepak bola lokal menilai Omid masih punya kemampuan untuk menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan ketat.

Di sisi lain, PSPS Pekanbaru saat ini memang membutuhkan sosok kreator serangan tambahan. Kehadiran pemain seperti Antonio Gamaroni dan Douglas Cruz pada paruh akhir musim lalu berhasil mengangkat performa tim. Kombinasi pemain asing dan lokal mulai menunjukkan chemistry yang lebih baik.

Namun, satu persoalan yang masih terlihat ialah konsistensi serangan dari lini kedua. PSPS beberapa kali kesulitan membongkar pertahanan lawan ketika menghadapi tim dengan blok bertahan rapat. Kehadiran Omid dinilai bisa menjadi jawaban untuk persoalan itu.

Selain faktor teknis, rumor comeback Omid juga mendapat sambutan hangat dari suporter. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah akun media sosial yang kerap mengulas perkembangan PSPS mulai ramai membahas peluang kembalinya pemain Afghanistan tersebut ke Stadion Kaharuddin Nasution.

Antusiasme itu tidak lepas dari karakter permainan Omid yang dinilai cocok dengan kultur sepak bola Pekanbaru. Ia bukan tipe pemain yang hanya mengandalkan skill individu. Omid lebih dikenal sebagai pemain kolektif yang mampu menghidupkan ritme permainan tim.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari manajemen PSPS maupun pihak sang pemain. Bursa transfer Liga 2 masih sangat dinamis dan segala kemungkinan masih bisa berubah dalam beberapa pekan ke depan.

Jika benar kembali ke PSPS, Omid berpotensi menjadi bagian penting dalam proyek kebangkitan Askar Bertuah musim depan. Apalagi target PSPS diprediksi tidak lagi sekadar bertahan di Liga 2, melainkan bersaing di papan atas dan membuka peluang promosi ke Liga 1.

Rekam Jejak Internasional Omid Popalzay

Lahir di Kabul, Afghanistan, pada 25 Januari 1996, Omid Popalzay memiliki pengalaman bermain yang cukup luas. Ia pernah merasakan atmosfer sepak bola di Belanda, Polandia, Bangladesh, Thailand hingga Lebanon sebelum akhirnya dikenal publik Indonesia.

Sebagai pemain tim nasional Afghanistan, Omid juga memiliki pengalaman internasional yang tidak sedikit. Ia dikenal sebagai gelandang serang dengan visi bermain kuat, penguasaan bola baik, dan kemampuan menciptakan peluang dari ruang sempit.

Dengan tinggi 1,70 meter, Omid memang bukan tipe gelandang fisikal. Namun kecerdasannya membaca permainan membuatnya tetap menjadi ancaman bagi lawan.

Kini, publik sepak bola Riau tinggal menunggu satu pertanyaan besar: apakah Omid Popalzay benar-benar akan kembali mengenakan jersey PSPS Pekanbaru musim depan. (trp)

Tinggalkan Balasan