PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakiraan cuaca Riau, Sabtu (4/7/2026), hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Pekanbaru. BMKG juga mengingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Rokan Hulu dan Kampar.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sanya G mengatakan, kondisi cuaca di Riau secara umum didominasi cerah berawan dan berawan. Meski demikian, hujan telah terpantau sejak pagi di beberapa kabupaten.
“Berdasarkan pantauan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi dan Indragiri Hilir. Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang dan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di sebagian wilayah Rokan Hulu dan Kampar pada malam hingga dini hari,” ujar Sanya.
BMKG memprakirakan hujan ringan masih berpotensi turun pada siang hingga sore hari di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Pada malam hari, hujan ringan hingga sedang diprediksi meluas ke sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Kuantan Singingi.
Selanjutnya pada dini hari, hujan diprakirakan masih terjadi di Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kota Dumai, serta Kota Pekanbaru. Sementara daerah lainnya diprakirakan mengalami kondisi udara kabur hingga berawan.
Suhu udara di Provinsi Riau berkisar antara 22 sampai 34 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 50 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 10 sampai 30 kilometer per jam.
Di sektor perairan, BMKG menyebut tinggi gelombang laut di wilayah Riau berada pada kategori rendah, yakni sekitar 0,5 hingga 1,25 meter.
“Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah. Meski demikian, masyarakat yang beraktivitas di laut tetap diimbau memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berlayar,” jelasnya.
BMKG juga merilis perkembangan titik panas di Pulau Sumatera hingga pukul 23.00 WIB. Total terdapat 126 hotspot yang tersebar di sembilan provinsi.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak sebanyak 39 titik, disusul Sumatera Selatan 36 titik, Lampung 15 titik, Aceh dan Sumatera Utara masing-masing 13 titik, Jambi enam titik, Bengkulu dua titik, Sumatera Barat satu titik, serta Riau satu titik.
Menurut BMKG, satu hotspot di Riau berada di Kabupaten Indragiri Hulu. “Di Riau terpantau satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayahnya,” kata Sanya.
BMKG mengimbau masyarakat agar rutin memantau pembaruan prakiraan cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan. Langkah antisipasi dinilai penting mengingat potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Riau hingga dini hari. (mcr)





