PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Sejumlah ruas Jalan Provinsi di Kabupaten Rokan Hulu yang mengalami kerusakan berat, kini sudah bisa dilalui setelah Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau melalui Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Wilayah VI melakukan perbaikan.
Saat ini, pemerintah tengah mempercepat penanganan ruas Dalu-Dalu-Mahato yang menjadi jalur penghubung utama antara Kabupaten Rokan Hulu dan Rokan Hilir.
Pemulihan sejumlah ruas tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, sekaligus memastikan distribusi barang dan logistik tetap berjalan. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto yang meminta seluruh UPTJJ di daerah terus memantau dan menjaga kondisi jalan provinsi agar tetap fungsional.
Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi melalui Kepala UPTJJ Wilayah VI, Ludfi Hardi mengatakan, proses penanganan di lapangan berjalan sesuai rencana dan difokuskan pada ruas-ruas yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.
“Alhamdulillah, beberapa ruas jalan provinsi di Rohul kini telah fungsional setelah sebelumnya sempat mengalami kerusakan yang cukup berat akibat kerap dilewati kendaraan dengan tonase besar. Ruas jalan yang berhasil kami fungsionalkan kembali ini merupakan jalur-jalur utama yang berada di kawasan padat penduduk,” kata Ludfi, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, kondisi jalan yang kembali dapat dilalui memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama pada wilayah yang selama ini bergantung pada akses jalan provinsi untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan publik.
Berdasarkan data UPTJJ Wilayah VI, beberapa titik yang telah selesai ditangani meliputi Ruas Jalan Bandur Picak–Pandalian, perbaikan lantai jembatan kayu di Ruas Jalan Ujung Batu-Rokan, serta penanganan box culvert yang mengalami longsor di Ruas Jalan Batu Langka Kecil-Tandun.
Perbaikan tersebut mengembalikan fungsi sejumlah jalur yang sebelumnya mengalami gangguan akibat kerusakan infrastruktur. Dengan akses yang kembali normal, mobilitas kendaraan di kawasan tersebut diharapkan menjadi lebih lancar dan aman.
Sementara itu, perhatian utama kini diarahkan pada Ruas Jalan Dalu-Dalu-Mahato. Jalur ini dinilai strategis, karena menjadi konektivitas utama yang menghubungkan Kabupaten Rokan Hulu dengan Rokan Hilir.
Ludfi menjelaskan, tingkat kerusakan di ruas tersebut cukup berat dengan panjang mencapai sekitar 9,5 kilometer. Oleh karena itu, penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan agar jalan tetap dapat dilalui masyarakat sebelum dilakukan peningkatan konstruksi secara menyeluruh.
“Kerusakan berat pada Ruas Jalan Dalu-Dalu-Mahato memang tergolong cukup panjang, yakni mencapai lebih kurang 9,5 kilometer. Sampai kini, tim lapangan UPTJJ Wilayah VI masih terus bekerja di lokasi. Dalam penanganannya, kami mengutamakan fungsional jalan terlebih dahulu, meski di beberapa titik awal ruas tetap akan langsung kami lakukan pekerjaan pengaspalan,” ujarnya.
Pendekatan tersebut dilakukan agar masyarakat tidak perlu menunggu seluruh pekerjaan selesai untuk kembali memanfaatkan akses jalan. Selain membuka kembali konektivitas antardaerah, langkah ini juga bertujuan mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak.
Jalur Dalu-Dalu-Mahato memiliki peran penting dalam mendukung arus distribusi hasil pertanian, perkebunan, serta aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah barat Riau. Karena itu, percepatan penanganannya menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
Setelah pekerjaan di ruas tersebut selesai, tim UPTJJ Wilayah VI direncanakan melanjutkan penanganan ke Ruas Jalan Simpang Kumu–Kota Tengah–Sontang yang juga masuk dalam jaringan jalan provinsi di Kabupaten Rokan Hulu.
Pemerintah Provinsi Riau berharap, upaya menjaga kondisi jalan provinsi dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan yang berfungsi dengan baik juga diharapkan mampu menekan biaya distribusi barang, mempercepat waktu tempuh antardaerah, serta mendukung pelayanan publik di wilayah yang dilintasi.
Selain melakukan perbaikan, pemerintah mengimbau seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah diperbaiki. Kendaraan dengan muatan berlebih menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jalan sehingga kepatuhan terhadap batas tonase dinilai penting untuk memperpanjang usia layanan infrastruktur.
Dengan sejumlah ruas yang telah kembali fungsional dan pekerjaan di Dalu-Dalu-Mahato yang terus dikebut, akses transportasi di Kabupaten Rokan Hulu diharapkan semakin membaik.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga konektivitas antar wilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. (mcr)




