PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau keberadaan titik panas atau hotspot, sebagai indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selasa (28/7/2026) pagi, BMKG mencatat adanya 188 hotspot di Sumatera.
Sebaran titik panas terbanyak berada di Sumatera Selatan sebanyak 54 titik, disusul Jambi 28 titik, Aceh 27 titik, Sumatera Barat 22 titik, Bangka Belitung 20 titik, Lampung 19 titik, Sumatera Utara enam titik, Riau enam titik, Bengkulu lima titik dan Kepulauan Riau satu titik.
Di Riau sendiri, terpantau enam hotspot yang tersebar di lima daerah. Kabupaten Kampar menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni dua titik. Sementara masing-masing satu titik terdeteksi di Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, serta Kota Dumai.
Data tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diwaspadai meskipun hujan diperkirakan turun di beberapa wilayah.
Warga Diminta Tetap Waspada dan Tidak Membakar Lahan
BMKG mengingatkan, perubahan cuaca tidak serta-merta menghilangkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Curah hujan yang bersifat lokal membuat sebagian wilayah masih berpotensi mengalami kondisi kering.
Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar yang dapat memicu meluasnya kebakaran, terutama pada lahan gambut yang mudah terbakar.
“Meski hujan diprakirakan turun di sejumlah wilayah, masyarakat tetap diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diharapkan terus mengikuti pembaruan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat,” kata Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bella R. Adelia.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melakukan perjalanan maupun aktivitas di luar ruangan. Langkah antisipasi dinilai penting agar masyarakat dapat mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi sewaktu-waktu.
Dengan adanya peringatan dini ini, warga di Kabupaten Rokan Hulu, Kuantan Singingi, serta sejumlah daerah lain di Riau diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang, sekaligus tetap mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembakaran terbuka. (mcr)





