Riau  

Monyet Liar Mengamuk di Pemukiman, Tujuh Warga Inhil Jadi Korban

Monyet liar memasuki pemukiman dan menyerang warga Inhil. (Foto: Ade)

INDRAGIRI HILIR, FOKUSRIAU.COM-Serangan monyet liar menggemparkan warga di Kelurahan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Sedikitnya, tujuh warga dilaporkan mengalami luka akibat gigitan dan cakaran satwa liar tersebut dan harus menjalani perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan, Rabu (29/7/2026).

Serangan yang terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di sepanjang Jalan Pangeran Hidayat, Parit 13 dan Parit 14 itu memicu keresahan warga. Selain menyebabkan korban luka, kemunculan monyet liar secara tiba-tiba juga mengganggu aktivitas masyarakat yang kini dihantui kekhawatiran akan serangan susulan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, warga memperkirakan terdapat tiga hingga empat ekor monyet dengan ukuran berbeda yang berkeliaran di kawasan tersebut. Warga mengaku belum pernah melihat keberadaan kawanan monyet di lingkungan itu sebelumnya.

Sejumlah korban diserang secara mendadak tanpa sempat menyelamatkan diri. Korban mengalami luka di berbagai bagian tubuh akibat gigitan maupun cakaran sehingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Salah satu korban merupakan seorang perempuan lanjut usia yang saat itu sedang duduk santai di depan rumahnya. Tanpa diduga, seekor monyet muncul dari lorong kecil di samping rumah, lalu melompat dan menyerang bagian kepala korban.

BACA JUGA :  Bupati Siak: Riau Jantung Ketahanan Energi Nasional, Setiap Gangguan Berdampak ke Indonesia

Yola, cucu korban, mengatakan keluarganya panik saat melihat neneknya bersimbah darah setelah diserang satwa tersebut.

“Nenek lagi duduk santai di depan rumah, tiba-tiba monyet itu muncul dari balik lorong samping rumah langsung melompat menyerang kepala nenek. Kami semua kaget dan panik melihat darah, langsung kami larikan ke IGD RSUD Puri Husada,” ujar Yola.

Insiden lainnya dialami Izun yang diserang ketika sedang beristirahat di dalam rumah. Menurut pengakuannya, monyet liar itu masuk ke rumah tanpa diketahui dan langsung menyerangnya saat sedang tidur.

Akibat serangan tersebut, Izun mengalami luka robek cukup parah di bagian punggung dan harus menjalani tindakan medis berupa jahitan.

“Saya posisi lagi tidur di dalam rumah, tidak tahu dari mana masuknya tiba-tiba monyet itu sudah nerkam dan menggigit punggung saya. Lukanya cukup parah dan robek, tadi di rumah sakit sampai sepuluh jahitan,” katanya.

Keterangan para korban menunjukkan bahwa serangan tidak hanya terjadi di luar rumah, tetapi juga di dalam rumah warga. Kondisi itu membuat masyarakat semakin waspada karena satwa liar tersebut dinilai berani memasuki kawasan permukiman dan menyerang secara acak.

BACA JUGA :  Sasar Penambang Emas Ilegal, Polisi Musnahkan 10 Rakit PETI di Kuansing

Sampai Rabu malam, belum diketahui penyebab kemunculan kawanan monyet liar di kawasan permukiman tersebut. Warga berharap instansi terkait segera menangkap satwa itu agar tidak menambah jumlah korban.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Indragiri Hilir telah menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Namun, upaya awal belum membuahkan hasil karena keberadaan monyet tidak terdeteksi saat petugas melakukan penyisiran.

Petugas masih melakukan pemantauan dan menyisir area Parit 13 serta Parit 14 untuk menemukan satwa yang diduga masih berkeliaran di sekitar permukiman warga.

Selama proses pencarian berlangsung, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah maupun ketika anak-anak bermain di sekitar lingkungan permukiman. Warga juga diimbau segera melapor kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan monyet liar tersebut.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena serangan satwa liar di kawasan padat penduduk berpotensi menimbulkan risiko keselamatan yang lebih besar apabila tidak segera ditangani. Selain ancaman luka akibat gigitan dan cakaran, korban juga berisiko mengalami infeksi sehingga memerlukan penanganan medis sesegera mungkin.

BACA JUGA :  Penertiban Tambang Emas Ilegal Kuansing, Warga Lempari Petugas Saat Bakar Rakit

Bagi warga Tembilahan Hilir, kejadian tersebut telah mengubah aktivitas sehari-hari. Sejumlah warga memilih membatasi kegiatan di luar rumah dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak maupun anggota keluarga lanjut usia yang dinilai lebih rentan menjadi sasaran serangan.

Hingga berita ini ditulis, jumlah korban tercatat tujuh orang. Aparat dan petugas Damkarmat masih berupaya mengamankan kawanan monyet liar tersebut untuk mencegah bertambahnya korban serta memulihkan rasa aman masyarakat di kawasan Parit 13 dan Parit 14, Kelurahan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir. (ade)