PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Warga Riau perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca, Jumat (25/9/2026). Hujan berpeluang muncul di sejumlah daerah, terutama mulai sore hingga malam.
Prakiraan BMKG Pekanbaru menunjukkan hujan dengan intensitas ringan sampai sedang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Riau. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena sejumlah daerah juga memiliki peluang mengalami hujan lebih deras yang disertai petir dan angin kencang.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang menjelaskan, kondisi cuaca pada pagi hari cenderung berada dalam keadaan udara kabur hingga berawan.
Memasuki siang, langit diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan ringan berpeluang turun di sejumlah wilayah.
Daerah yang berpotensi mengalami hujan ringan pada periode tersebut meliputi Indragiri Hulu, Kampar, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Bengkalis dan Kota Dumai.
Perubahan cuaca diprakirakan lebih terasa pada sore hingga malam. Pada periode ini, hujan ringan hingga sedang berpotensi menjangkau sebagian besar wilayah Riau.
Tujuh Daerah Berpotensi Hujan Lebat
BMKG turut mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem pada Jumat sore hingga malam.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berpotensi terjadi di Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Kampar, Rokan Hulu, Siak dan Kuantan Singingi.
Masyarakat di wilayah tersebut diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca, khususnya ketika aktivitas berlangsung di luar ruangan.
BMKG sendiri dalam prakiraan cuaca periode 25–28 September masih mengingatkan adanya dinamika cuaca di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi atmosfer yang relatif kering juga masih menjadi perhatian karena berkaitan dengan potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kawasan.
Potensi hujan belum sepenuhnya berakhir setelah malam. Pada dini hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
Suhu udara Riau sepanjang hari diperkirakan berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan cukup tinggi, yakni sekitar 55 hingga 100 persen.
Sementara angin bergerak dari tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 sampai 40 kilometer per jam.
Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi tersebut masuk kategori rendah.
Meski demikian, masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan tetap perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca dan kondisi laut dari BMKG.
Data peringatan maritim BMKG Riau pada 25 September juga menunjukkan pola angin di perairan Riau secara umum bergerak dari timur hingga selatan dengan kecepatan sekitar 4–21 knot.
Hotspot Sumatera Masih Jadi Perhatian
Di tengah peluang hujan di Riau, persoalan titik panas di kawasan Sumatera masih mendapat perhatian.
Berdasarkan data pembaruan yang tercantum dalam bahan prakiraan, terdapat 914 titik panas di Sumatera pada pemantauan pukul 23.00 WIB. Sebaran terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 507 titik, kemudian Bangka Belitung 198 titik dan Jambi 126 titik.
Untuk Riau, terdeteksi satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir.
BMKG sebelumnya juga mengingatkan bahwa kondisi atmosfer yang relatif kering di sejumlah wilayah Sumatera masih dapat mendukung munculnya titik panas dan kejadian karhutla.
Karena itu, peluang hujan yang muncul di sejumlah wilayah Riau diharapkan tetap diikuti kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama potensi petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari. (rac)






