PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim untuk memantau langsung jejak harimau Sumatra di Jalan Lingkar Luar Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Riau.
Kamera perangkap dipasang untuk merekam pergerakan satwa dilindungi tersebut, terutama untuk memastikan apakah harimau masih berkeliaran di sekitar lokasi.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono dalam keterannnya, Rabu (4/11/2026) mengatakan, tim kini masih berada di lapangan.
Petugas juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan pihak terkait, agar warga memahami langkah yang perlu dilakukan jika kembali melihat keberadaan harimau.
“Kami juga telah memasang kamera trap untuk mengetahui apakah harimau Sumatra masih berada di lokasi sekitar temuan jejak,” ujar Supartono.
Jejak Mengarah ke Kawasan Hutan Universitas Pahlawan
Temuan jejak kaki itu sebelumnya ramai diperbincangkan setelah sebuah video beredar di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan tapak kaki satwa liar di kawasan Jalan Lingkar Luar Bangkinang Kota.
Hasil pengamatan BBKSDA Riau menunjukkan jejak tersebut diduga berasal dari harimau Sumatra berusia remaja. Arah pergerakannya mengarah ke kawasan hutan Kebun Raya Universitas Pahlawan Bangkinang.
Lokasi itu menjadi perhatian karena berada tidak jauh dari kawasan permukiman. Kondisi tersebut mendorong petugas meningkatkan kewaspadaan sembari menelusuri keberadaan satwa melalui pemantauan lapangan dan kamera perangkap.
Meski jejak telah teridentifikasi, keberadaan harimau di sekitar lokasi saat ini masih perlu dipastikan melalui pemantauan lebih lanjut.
Spanduk Imbauan Dipasang, Warga Diminta Waspada
Untuk mengurangi risiko pertemuan antara manusia dan satwa liar, BBKSDA Riau menyebarkan spanduk imbauan di sekitar lokasi penemuan jejak. Sosialisasi juga dilakukan agar masyarakat tetap tenang dan tidak mengambil tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa tersebut.
Supartono mengimbau warga segera menghubungi petugas apabila melihat kemunculan harimau. Informasi dari masyarakat diharapkan membantu tim melakukan penanganan secara tepat.
Pemantauan masih berlangsung untuk mengetahui apakah harimau tersebut menetap di kawasan hutan sekitar Universitas Pahlawan atau telah bergerak ke lokasi lain.
Di tengah aktivitas masyarakat yang berdekatan dengan habitat satwa liar, kewaspadaan menjadi langkah awal untuk mencegah konflik. Warga diharapkan tidak mendekati atau mencoba mengejar harimau apabila melihatnya, serta segera melaporkan temuan kepada petugas berwenang. (why)






