Riau  

Tak Hanya Soal Kebakaran, Damkar Pekanbaru Juga Urus ODGJ RSJ Tampan

Petugas Damkar Pekanbaru melepaskan borgol yang membelenggu kaki pasien RSJ Tampan. (Foto: Wahyu)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Tugas personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Pekanbaru tidak hanya menangani kebakaran atau penyelamatan saat kondisi darurat. Kali ini, petugas menjalankan misi kemanusiaan dengan membantu melepaskan rantai yang membelenggu seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Kamis (6/8/2026).

Aksi tersebut dilakukan setelah pihak RSJ Tampan meminta bantuan karena rantai yang terpasang di kedua tangan dan kaki pasien tidak dapat dilepas. Kunci gembok yang digunakan untuk mengikat pasien diketahui hilang, sehingga proses penanganan medis tidak bisa dilanjutkan tanpa bantuan peralatan khusus.

Petugas Rescue Damkar Pekanbaru kemudian datang ke lokasi dengan membawa perlengkapan pemotong besi untuk membuka belenggu tersebut.

Petugas Rescue Damkar Pekanbaru, Dio Pratama mengatakan, proses pelepasan rantai berlangsung tanpa hambatan berarti. Dengan menggunakan alat pemotong khusus, empat gembok yang mengikat pasien berhasil dilepas dalam waktu singkat.

Menurutnya, sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemotongan rantai karena seluruh peralatan telah dipersiapkan. Seluruh proses penyelamatan itu hanya memakan waktu sekitar 15 menit.

BACA JUGA :  Cuaca Riau Hari Ini Didominasi Cerah, BMKG Prediksi Hujan di Empat Daerah

“Begitu tiba di lokasi kami langsung menggunakan alat pemotong. Ada empat gembok yang harus dibuka dan seluruhnya berhasil dilepas tanpa kendala,” ujar Dio.

Setelah rantai berhasil dilepaskan, pasien selanjutnya dapat menjalani penanganan medis secara optimal di RSJ Tampan.

Berawal dari Pelalawan
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pria tersebut merupakan warga Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Sebelum dibawa ke rumah sakit jiwa, ia diketahui berjalan kaki hingga mencapai wilayah Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Warga yang menemukan pria tersebut kemudian mengamankannya karena dikhawatirkan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Selanjutnya, ia dibawa ke rumah sakit di Kabupaten Pelalawan untuk mendapatkan penanganan awal.

Dalam proses pengamanan sebelumnya, tangan dan kaki pasien dipasangi rantai sebagai langkah pengendalian karena diduga kerap bertindak agresif. Namun, saat akan dirujuk ke RSJ Tampan, kunci gembok yang digunakan untuk mengikat pasien tidak lagi ditemukan.

Kondisi tersebut membuat pihak rumah sakit tidak memiliki pilihan selain meminta bantuan Damkar Pekanbaru yang memiliki peralatan teknis untuk memotong rantai dan gembok secara aman.

BACA JUGA :  Cuaca Riau Hari Ini Didominasi Cerah, BMKG Prediksi Hujan di Empat Daerah

Peran Damkar Tak Hanya Memadamkan Api
Peristiwa ini kembali menunjukkan luasnya cakupan tugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Selain menangani kebakaran, petugas Damkar juga kerap diterjunkan dalam berbagai operasi penyelamatan (rescue), mulai dari evakuasi korban kecelakaan, penyelamatan hewan, membuka akses dalam kondisi darurat, hingga membantu penanganan situasi kemanusiaan seperti yang terjadi di RSJ Tampan.

Kemampuan personel rescue beserta kelengkapan peralatan teknis memungkinkan Damkar memberikan bantuan kepada instansi lain ketika dibutuhkan, termasuk rumah sakit yang menghadapi kendala teknis dalam proses penanganan pasien.

Dalam kasus ini, keberadaan alat pemotong besi yang dimiliki tim rescue menjadi solusi agar pasien segera mendapatkan layanan medis tanpa harus menunggu proses pembukaan gembok secara manual yang berisiko memakan waktu lebih lama.

Pasien Jalani Perawatan Intensif
Setelah seluruh rantai berhasil dilepas, pasien langsung berada dalam penanganan tenaga medis di RSJ Tampan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

BACA JUGA :  Cuaca Riau Hari Ini Didominasi Cerah, BMKG Prediksi Hujan di Empat Daerah

Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi kesehatan pasien maupun lamanya proses perawatan yang akan dijalani. Namun, dengan dilepaskannya belenggu tersebut, proses penanganan medis kini dapat dilakukan sesuai prosedur rumah sakit.

Peristiwa ini sekaligus menjadi gambaran bahwa koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam pelayanan publik, terutama ketika situasi darurat memerlukan keahlian dan peralatan khusus yang dimiliki instansi tertentu.

Meski identik dengan tugas memadamkan kebakaran, aksi Damkar Pekanbaru kali ini menunjukkan bahwa fungsi penyelamatan yang mereka emban juga mencakup misi-misi kemanusiaan yang membantu memastikan masyarakat memperoleh penanganan secara cepat, aman, dan tepat sesuai kebutuhan di lapangan. (why)