SAWAHLUNTO, FOKUSRIAU.COM-Penguatan nilai Pancasila di tengah masyarakat tidak cukup berhenti pada pemahaman terhadap lima sila. Nilai tersebut perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari gotong royong, kepedulian terhadap sesama hingga menjaga persatuan.
Pesan itu disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Komisi XIII, Rico Alviano, S.T., Rajo Nan Sati, saat melaksanakan Sosialisasi Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Kota Sawahlunto, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Saka Ombilin tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat. Di antaranya tokoh adat, tokoh masyarakat, pimpinan desa, kepala dusun se-Kota Sawahlunto, Bundo Kanduang serta masyarakat dari berbagai kalangan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pengamalan nilai Pancasila di tingkat masyarakat. Terlebih, tokoh adat dan tokoh masyarakat memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial Sawahlunto dan dapat menjadi penggerak kebersamaan di lingkungan masing-masing.
Pancasila Harus Hadir dalam Kehidupan Sehari-hari
Rico menegaskan, Pancasila tidak semestinya hanya dipahami sebagai dasar negara atau dihafalkan sebagai bagian dari pengetahuan kebangsaan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus terlihat dalam perilaku masyarakat.
Semangat gotong royong, saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, menjaga persatuan serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan merupakan bentuk sederhana dari pengamalan Pancasila.
Karena itu, keberadaan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila diharapkan tidak sebatas menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong munculnya gerakan sosial yang berangkat dari kesadaran masyarakat sendiri.

Rico Alviano bersama peserta sosialisasi Gerakan Kebajikan Pancasila di Sawahlunto. (Foto: Dezzo)
Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kepedulian dan kebersamaan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima pesan tentang Pancasila, tetapi juga mengambil peran dalam menjaga nilai persatuan dan kebajikan di lingkungannya.
Rico mengajak masyarakat Sawahlunto untuk bersama-sama merawat semangat tersebut. Para tokoh adat, Bundo Kanduang, pimpinan desa, kepala dusun dan unsur masyarakat lainnya diharapkan dapat menjadi teladan dalam menjaga kebersamaan.
Sawahlunto Jadi Titik Penting
Kegiatan tersebut memiliki arti tersendiri bagi Rico Alviano. Sawahlunto merupakan tanah kelahirannya sehingga kedekatan dengan masyarakat dan daerah tersebut menjadi bagian penting dalam kiprahnya sebagai wakil rakyat.
Kedekatan itu pula yang menjadi motivasi bagi Rico untuk terus hadir di tengah masyarakat Sawahlunto. Bagi seorang anggota DPR RI, kehadiran di daerah bukan hanya berkaitan dengan agenda kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat menjadi bagian dari proses penguatan nilai kebangsaan sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang berkembang di lingkungan mereka.
Posisi Rico sebagai anggota DPR RI Komisi XIII juga menempatkan aktivitas penguatan masyarakat sebagai bagian dari hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya. Kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi salah satu cara untuk menjaga komunikasi tersebut.
Bagi Sawahlunto, keterlibatan unsur masyarakat yang cukup beragam dalam kegiatan ini juga menunjukkan bahwa penguatan nilai kebangsaan membutuhkan peran bersama. Pancasila tidak hanya menjadi urusan lembaga negara, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat di tingkat paling dekat.
Rico berharap, para peserta yang mengikuti sosialisasi dapat meneruskan semangat kebajikan tersebut di lingkungan masing-masing.
Tokoh masyarakat dan unsur lainnya diharapkan mampu menjadi penggerak yang menghidupkan kembali semangat gotong royong, kepedulian dan persatuan. Dengan demikian, nilai Pancasila dapat hadir dalam hubungan sosial sehari-hari, bukan hanya dalam kegiatan formal.
Bagi masyarakat, pengamalan Pancasila pada dasarnya dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Menghormati perbedaan, membantu sesama, menjaga hubungan baik antarmasyarakat dan menyelesaikan persoalan dengan semangat kebersamaan merupakan bagian dari nilai yang ingin diperkuat melalui gerakan tersebut.
Kegiatan Sosialisasi Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Sawahlunto pun diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa menjaga persatuan merupakan tanggung jawab bersama.
Sebagai daerah yang memiliki akar sejarah, adat dan budaya yang kuat, Sawahlunto menjadi tempat penting untuk menumbuhkan gerakan yang bertumpu pada kebersamaan masyarakat.
Rico menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya untuk terus hadir bersama masyarakat di daerah kelahirannya. Ia ingin nilai kebajikan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari Sawahlunto, tanah kelahiran, untuk Indonesia Pancasila bukan sekadar untuk diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam setiap tindakan dan kebaikan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. (dezzo)






