HUT Riau ke-69 di DPRD Hanya Dihadiri Tiga Mantan Gubernur, Banyak Kursi Tamu Justru Kosong

Rapat peripurna HUT Riau ke 69 di DPRD Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Tiga mantan Gubernur Riau bersama sejumlah tokoh penting menghadiri rapat paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Riau di Gedung DPRD Riau, Minggu (9/8/2026). Namun, ada pemandangan berbeda pada HUT tahun ini, sebab sejumlah kursi tamu undangan terlihat kosong.

Kekosongan kursi tampak di sejumlah bagian ruang rapat paripurna DPRD Riau. Pemandangan tersebut cukup mencolok, karena rapat paripurna HUT Riau tahun-tahun sebelumnya selalu dipenuhi tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan daerah.

Pada peringatan tahun ini, kursi tamu di sisi kanan kiri ruang paripurna terlihat tidak terisi. Kondisi tersebut berlangsung ketika agenda peringatan HUT ke-69 Riau tengah digelar.

Meski demikian, rapat paripurna tetap dihadiri sejumlah tokoh penting yang memiliki kaitan dengan perjalanan pemerintahan Riau.

Tiga mantan Gubernur Riau terlihat hadir, Rusli Zainal, Annas Maamun dan Arsyadjuliandi Rachman. Hadir pula Mambang Mit, mantan Wakil Gubernur Riau yang kini menjabat Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR).

Kehadiran para mantan kepala daerah tersebut menjadi bagian penting dalam peringatan HUT Riau tahun ini. Mereka merupakan sejumlah tokoh yang pernah berada di lingkar pemerintahan provinsi dan turut menjadi bagian dari perjalanan politik dan pembangunan Riau pada masanya.

BACA JUGA :  Dalam Sehari Hotspot Riau Bertambah 118, Rohil Terbanyak dengan 48 Titik

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Riau, Kaderismanto. Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto hadir bersama jajaran pejabat dan tamu undangan lainnya.

Sejumlah anggota DPR RI dan DPD RI juga turut menghadiri agenda tersebut. Di antaranya anggota DPR RI Achmad dan Hendry Munief dan anggota DPD RI Abdul Hamid.

Selain unsur legislatif dan pemerintahan, sejumlah tokoh masyarakat juga hadir. Mereka berasal dari berbagai unsur, termasuk Lembaga Adat Melayu, tokoh agama, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta kalangan akademisi.

Kehadiran Kepala Daerah Tidak Banyak
Berbeda dengan kehadiran sejumlah tokoh senior Riau, jumlah kepala daerah kabupaten dan kota yang terlihat hadir dalam ruang paripurna relatif terbatas.

Di antara kepala daerah yang terlihat adalah Bupati Kampar Ahmad Yuzar yang hadir didampingi Wakil Bupati Kampar Misharti. Hadir pula Plt Bupati Kuantan Singingi Mukhlisin, Wakil Wali Kota Dumai dan Wakil Bupati Indragiri Hilir.

Kehadiran pimpinan DPRD kabupaten dan kota juga tidak terlihat dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat sebagian area tempat duduk tamu undangan di ruang paripurna tampak lengang.

BACA JUGA :  Lebih 70 Persen Indonesia Mulai Kemarau, BMKG: Sebagian Riau Masih Berpotensi Diguyur Hujan

Meski demikian, sebagian besar anggota DPRD Riau terlihat hadir. Hal itu terlihat dari kursi anggota dewan yang sebagian besar terisi dan hanya menyisakan beberapa kursi kosong.

Para tamu yang hadir mengikuti suasana peringatan HUT Riau dengan mengenakan pakaian Melayu. Sejumlah undangan juga mengenakan tanjak sebagai bagian dari busana Melayu yang digunakan dalam agenda resmi tersebut.

HUT Riau dan Catatan Kehadiran
Peringatan HUT ke-69 Riau menjadi momentum bagi pemerintah dan DPRD Riau untuk melihat kembali perjalanan provinsi tersebut selama hampir tujuh dekade.

Riau resmi menjadi provinsi pada 1958 setelah sebelumnya berada dalam struktur pemerintahan yang lebih luas. Seiring perjalanan waktu, Riau berkembang menjadi salah satu daerah penting di Indonesia, terutama karena kekayaan sumber daya alam, perkebunan, energi dan posisi strategisnya di kawasan Sumatera.

Karena itu, rapat paripurna HUT provinsi bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan unsur pemerintahan, legislatif, tokoh masyarakat dan berbagai elemen yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan pembangunan Riau.

Pada agenda HUT ke-69 tahun ini, pemerintah juga dijadwalkan mengumumkan sejumlah penerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan kontribusi mereka terhadap Provinsi Riau.

BACA JUGA :  Rp17,28 Triliun Dana Asing Masuk Pinjol, OJK Soroti 16 Platform

Kehadiran sejumlah mantan gubernur menunjukkan bahwa momentum tersebut turut mempertemukan tokoh-tokoh dari berbagai periode pemerintahan Riau.

Di sisi lain, pemandangan sejumlah kursi tamu yang kosong menjadi salah satu hal yang terlihat dalam pelaksanaan rapat paripurna tahun ini.

Tidak ada keterangan dalam agenda tersebut mengenai alasan ketidakhadiran sejumlah kepala daerah maupun tamu undangan lainnya.

Yang terlihat, ruang paripurna tetap berlangsung dalam suasana resmi dengan kehadiran pimpinan DPRD Riau, Plt Gubernur Riau, mantan gubernur, anggota legislatif pusat, tokoh masyarakat, unsur Forkopimda dan akademisi.

Peringatan HUT ke-69 Riau pun menjadi momentum untuk kembali mengingat perjalanan panjang provinsi ini sekaligus melihat berbagai persoalan dan tantangan pembangunan yang masih harus dihadapi Riau ke depan. (bsh)