Tak Ingin Jalan Sendiri, PERBASASI Riau Rangkul Sekolah, Klub dan Mantan Atlet

PERBASASI Riau memperkuat pembinaan baseball dan softball dengan merangkul sekolah, klub, mantan atlet serta menyiapkan kejuaraan internasional. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pengurus Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (PERBASASI) Provinsi Riau, mulai merancang pola pembinaan yang lebih terbuka dengan menggandeng sekolah, klub, pelatih bahkan mantan atlet.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Ketua Umum PERBASASI Riau, Bagus Ponco untuk membangun fondasi pembinaan atlet yang lebih kuat.

Komitmen itu terlihat dalam rapat koordinasi yang digelar setelah prosesi pelantikan pengurus baru. Pertemuan tersebut tidak hanya diikuti jajaran pengurus, tetapi juga melibatkan sejumlah pihak yang selama ini bersentuhan langsung dengan perkembangan baseball dan softball di Riau.

Dalam rapat tersebut, pengurus inti PERBASASI Riau hadir secara langsung. Sejumlah mantan atlet turut memberikan masukan melalui sambungan video conference.

Dari unsur pendidikan, pertemuan diikuti guru olahraga SMP Negeri 4 Pekanbaru serta perwakilan guru SD Negeri 106 Pekanbaru.

Keterlibatan unsur sekolah dinilai dapat membuka ruang pembinaan sejak usia dini. Sementara klub dan pelatih dapat menjadi penghubung dalam mengasah kemampuan atlet hingga memasuki level kompetisi.

Bagus Ponco menegaskan, pembinaan olahraga tidak akan berjalan maksimal jika hanya bertumpu pada organisasi.

“Kami ingin PERBASASI ini menjadi rumah bersama. Semua pihak harus terlibat, baik pengurus baru, pengurus lama, klub, pelatih maupun sekolah. Karena tanpa kebersamaan, akan sulit bagi kita untuk membangun prestasi,” kata Bagus.

Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam mengenalkan baseball dan softball kepada generasi muda. Dari lingkungan tersebut, potensi atlet dapat ditemukan lebih awal untuk kemudian diarahkan melalui pembinaan yang terukur.

Libatkan Mantan Atlet Susun Pola Pembinaan
Kepengurusan baru juga membuka ruang bagi mantan atlet untuk ikut memberikan pandangan. Pengalaman mereka di lapangan dinilai dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan arah pembinaan.

Masukan dari generasi sebelumnya diharapkan tidak berhenti sebagai catatan dalam rapat. Pengalaman bertanding, persoalan teknis hingga kebutuhan atlet dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun program PERBASASI Riau ke depan.

Pendekatan lintas generasi ini juga diharapkan membuat organisasi tidak kehilangan pengalaman yang telah terbentuk selama perkembangan baseball dan softball di Riau.

Bagi Bagus, kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari struktur kepengurusan. Lebih jauh, keberhasilan pembinaan sangat bergantung pada seberapa kuat komunikasi antara pengurus, klub, sekolah, pelatih dan atlet.

Siapkan Kejuaraan Internasional
Rapat koordinasi tersebut juga mulai mengarah pada agenda kompetisi. Salah satu rencana yang dibahas ialah penyelenggaraan kejuaraan internasional pada Desember 2026.

Agenda tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya memberikan lebih banyak pengalaman bertanding bagi atlet baseball dan softball Riau.

“Kami tidak ingin hanya berbicara soal program. Kami ingin ada kegiatan nyata, kompetisi dan pembinaan yang berkelanjutan,” ujar Bagus.

Kejuaraan internasional itu diharapkan dapat menjadi wadah bagi atlet untuk menguji kemampuan menghadapi lawan dari luar daerah maupun luar negeri. Kompetisi juga dinilai dapat mendorong klub dan sekolah meningkatkan kualitas pembinaan.

Di sisi lain, agenda tersebut dapat membuka peluang bagi Riau untuk tampil sebagai salah satu daerah yang aktif mengembangkan olahraga baseball dan softball di Indonesia.

Bangun Fondasi Prestasi dari Pembinaan Berkelanjutan
PERBASASI Riau kini berupaya menempatkan pembinaan sebagai pekerjaan bersama. Sekolah menjadi tempat mengenalkan olahraga dan mencari bibit, klub serta pelatih mengembangkan kemampuan, sedangkan pengalaman mantan atlet dapat menjadi referensi bagi generasi berikutnya.

Pola tersebut diharapkan mampu menciptakan jalur pembinaan yang lebih berkesinambungan, dari tingkat dasar hingga kompetisi.

Dengan memperluas kolaborasi dan memperbanyak kesempatan bertanding, kepengurusan Bagus Ponco ingin PERBASASI Riau tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu melahirkan atlet yang memiliki daya saing di tingkat nasional hingga internasional. (bsh)