Apa Sih Untungnya Kendaraan ‘Minum’ Pertamax?

Pertamax memiliki berbagai keuntungan bagi kendaraan. (Foto: CNBC Indonesia)

JAKARTA, FOKUSRIAU.COM-Ada ragam bahan bakar minyak (BBM) yang ditawarkan oleh Pertamina di Indonesia. Salah satunya Pertamax dengan Research Octane Number (RON) 92.

Mengutip laman Pertamina, dengan angka oktan 92 Pertamax cocok untuk digunakan sebagai BBM sehari-hari. Adapun jenis kendaraan yang cocok menggunakan BBM Pertamax adalah kendaraan lansiran tahun 2000-an.

Kemudian kendaraan dengan rasio kompresi mesin di atas 10:1 juga cocok untuk ‘minum’ BBM Pertamax. Lalu apa yang ditawarkan Pertamax untuk melindungi kendaraan?

Memiliki kadar oktan yang tinggi ketimbang Premium maupun Pertalite membuat Pertamax dipercaya bisa membuat kendaraan melalui proses pembakaran lebih sempurna dan tidak meninggalkan residu.

Di samping itu, Pertamax juga memiliki kandungan zat aditif Pertatec yang mendukung pembakaran lebih sempurna. Pertatec juga diklaim dapat membersihkan endapan kotoran pada bagian mesin hingga 3 kali lebih baik dari BBM tanpa zat aditif.

Pertatec juga mampu membersihkan endapan kotoran pada bagian injector sehingga konsumsi BBM bisa lebih optimal. Dalam uji laboratorium yang dilakukan Pertamina, kehadiran zat aditif Pertatec dapat mengurangi endapan sebesar 20%.

Di bagian mesin, zat aditif Pertatec pada Pertamax juga dapat berfungsi mencegah korosi intake manifold, melindungi dari pengendapan kotoran pada intake valve, melapisi saluran fuel injector, dan meminimalisir endapan kotoran di ruang pembakaran.

Kendati menawarkan sejumlah keunggulan, nyatanya Pertamax masih kalah populer dibandingkan dengan Pertalite. Satu faktor utamanya adalah harga. Harga Pertamax lebih tinggi dari Pertalite.

Saat ini, PT Pertamina (Persero) menjual Pertamax dengan harga Rp 9.000 per liter. Sedangkan Pertalite ditawarkan dengan harga Rp 7.650 per liter.

Santer disebut harga Pertamax bakal mengalami kenaikan dalam waktu dekat sebagai imbas dari kenaikan harga minyak dunia yang sudah tembus US$ 100 per barel. (*)


Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Detikcom

8 / 100
banner 325x300