News  

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Saat Libur Nataru

Pagi hari di Indonesia saat libur Natal, Senin (25/12/2023) sebagian langitnya diprakirakan berawan, cerah berawan, kabut, berawan tebal, dan hujan ringan. (Foto: Unsplash.com/Ryoji Iwata)

JAKARTA, FOKUSRIAU.COM-Pagi hari di Indonesia saat libur Natal, Senin (25/12/2023) sebagian langitnya diprakirakan berawan, cerah berawan, kabut, berawan tebal dan hujan ringan.

Berdasarkan laporan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan pagi hari ini diprakirakan guyur Banda Aceh, Banjarmasin, Palangkaraya, Tanjung Pinang, Makassar dan Medan.

Siang nanti, cuaca Indonesia diprediksi sebagiannya bakal cerah, berawan, cerah berawan, berawan tebal, hujan ringan, hujan sedang dan hujan petir.

Sebagian wilayah di Indonesia yang diprakirakan turun hujan berintensitas ringan yaitu Denpasar, Serang, Jambi, Surabaya, Pontianak, dan Palangkaraya pada siang nanti.

Waspada hujan petir diprediksi siang nanti bakal ada di langit Banda Aceh, Pangkal Pinang, dan Tanjung Pinang.

Untuk malam hari nanti diprakirakan sebagian langit di Indonesia bakal cerah, berawan, cerah berawan, berawan tebal, hujan ringan, hujan sedang, dan hujan petir.

Hujan dengan intensitas ringan diprediksi mengguyur Banda Aceh, Palangkaraya, Pangkal Pinang, Pekanbaru, dan Mamuju malam hari nanti. Lalu hujan sedang malam nanti diprakirakan turun di Bandung dan Semarang.

Potensi Cuaca Ekstrem
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan pada periode libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

“Hujan intensitas lebat dan potensi suhu panas terik masih dapat terjadi di sebagian wilayah Indonesia,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dikutip FokusRiau.Com dari laman Antara, Minggu (24/12/2023).

Dijelaskan, potensi hujan lebat dan suhu panas terik dipicu oleh beberapa fenomena dinamika atmosfer.

“Sirkulasi angin di Laut China Selatan (LCS) masih menghambat aliran massa udara basah dari Asia ke wilayah Indonesia, sehingga potensi hujan lebat masih terkonsentrasi di wilayah Pulau Sumatra dan Kalimantan Barat,” kata Guswanto.

Sirkulasi angin di LCS tersebut juga secara tidak langsung memberikan dampak terhadap kurangnya potensi pertumbuhan awan di wilayah selatan ekuator.

Kondisi itu diperkuat juga dengan adanya fase kering fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO) pada sebagian wilayah Indonesia, sehingga turut memicu kurangnya tutupan awan pada siang hari yang mengakibatkan pada siang hari kondisi suhu cukup panas dan terik dengan kisaran suhu dapat mencapai 35 hingga 37 derajat celcius.

Kondisi suhu terik pada siang hari diprediksikan masih dapat terjadi hingga tiga hari ke depan di sebagian wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara. (bsh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *