Tetap Ngopi Saat Ramadan? Ini 5 Jenis Kopi yang Lebih Aman Bagi Lambung

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Bagi pecinta kopi, bulan Ramadan bukan berarti harus sepenuhnya berhenti ngopi. Dengan pilihan jenis kopi yang tepat dan cara konsumsi yang bijak, kebiasaan minum kopi tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu kesehatan lambung maupun kekhusyukan ibadah puasa.

Selama Ramadan, tubuh mengalami perubahan pola makan dan minum. Kondisi ini membuat sebagian orang–terutama yang memiliki riwayat maag atau asam lambung–perlu lebih selektif memilih minuman. Kopi sering dianggap “musuh” saat puasa, padahal faktanya tidak selalu demikian.

Ahli gizi dan praktisi kesehatan menyebut, kunci utamanya ada pada jenis biji, tingkat sangrai (roast), serta kadar kafein. Jika dipilih dengan tepat, kopi justru masih aman dinikmati saat sahur maupun berbuka.

Berikut jenis kopi yang lebih ramah di lambung selama Ramadan:

1. Pilih Biji Arabika

Kopi Arabika dikenal memiliki tingkat keasaman lebih rendah dibandingkan Robusta. Kandungan kafeinnya juga relatif lebih ringan sehingga tidak terlalu “mengagetkan” sistem pencernaan.

Untuk hasil yang lebih aman, biji Arabika disarankan dipanggang pada level medium hingga dark roast. Proses sangrai ini membantu menurunkan kadar asam sehingga rasa kopi menjadi lebih lembut di lambung.

Beberapa varietas Arabika yang populer dan cenderung rendah asam antara lain Gayo, Toraja, Java Ijen, dan Mandheling.

2. Medium hingga Dark Roast Lebih Bersahabat

Selain varietas, tingkat roasting sangat memengaruhi kadar keasaman kopi. Semakin gelap tingkat sangrai, umumnya keasaman kopi semakin berkurang.

Proses pemanggangan yang lebih lama mampu memecah sebagian senyawa asam pada biji kopi. Hasilnya, kopi terasa lebih halus dan risiko memicu iritasi lambung lebih kecil.

Meski begitu, medium roast masih tergolong aman bagi banyak orang yang sensitif terhadap asam lambung karena tetap menjaga keseimbangan rasa dan keasaman.

3. Pertimbangkan Mushroom Coffee

Mushroom coffee atau kopi jamur kini makin populer sebagai alternatif lebih ramah lambung. Minuman ini merupakan campuran kopi dengan ekstrak jamur seperti chaga, reishi, lion’s mane, atau cordyceps.

Karena sifat ekstrak jamur yang lebih netral terhadap pH, minuman ini cenderung memiliki tingkat keasaman lebih rendah dibanding kopi biasa. Selain itu, kopi jamur juga kerap dikaitkan dengan potensi manfaat seperti efek anti-inflamasi dan dukungan pada kesehatan pencernaan.

Namun, konsumen tetap disarankan memilih produk yang telah terdaftar resmi dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

4. Kopi Decaf Jadi Pilihan Aman

Kopi decaf (dekafeinasi) merupakan kopi yang sebagian besar kandungan kafeinnya telah dihilangkan. Karena kafein dapat merangsang produksi asam lambung, mengurangi kafein berarti juga menurunkan potensi iritasi.

Rasa decaf memang lebih ringan, tetapi tetap bisa menjadi solusi bagi penikmat kopi yang ingin tetap ngopi saat Ramadan tanpa khawatir berlebihan terhadap lambung.

Saat ini, kopi decaf semakin mudah ditemukan di kafe maupun marketplace.

5. Coba Kopi Low Acid

Istilah low acid coffee makin populer di kalangan penikmat kopi dengan lambung sensitif. Kopi jenis ini memang dirancang memiliki kadar keasaman lebih rendah, baik dari faktor varietas, lokasi tanam, maupun proses pascapanen.

Selain itu, teknik roasting tertentu juga digunakan untuk menekan kadar asam. Hasilnya, kopi terasa lebih smooth, halus, dan minim sensasi perih di lambung.

Tips Aman Ngopi Saat Puasa
Agar tetap nyaman selama Ramadan, perhatikan juga cara konsumsinya:

  • Hindari minum kopi saat perut kosong
  • Utamakan minum setelah berbuka atau saat sahur
  • Batasi tambahan gula dan krimer berlebihan
  • Perhatikan respons tubuh masing-masing

Dengan memilih jenis kopi yang tepat dan pola minum yang bijak, kebiasaan ngopi saat Ramadan tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan lambung. (dtc/bsh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *