SIAK, FOKUSRIAU.COM-Kekecewaan warga memuncak. Ratusan masyarakat Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Senin (13/4/2026) pagi turun ke jalan dan memblokir ruas jalur lintas Minas–Perawang di Simpang Minas Jaya.
Aksi ini merupakan bentuk protes atas lambannya realisasi perbaikan jalan yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Riau.
Sejak pagi, arus lalu lintas lumpuh total. Kendaraan dari dua arah terpaksa berhenti, memicu antrean panjang hingga beberapa kilometer. Aparat kepolisian tampak berjaga untuk mengamankan situasi agar tetap kondusif.
Koordinator aksi, Joi Vernando menegaskan, warga sudah terlalu lama menunggu kepastian. Janji perbaikan yang disampaikan sejak akhir 2025 hingga kini belum menunjukkan progres nyata.
“Kami tidak menuntut hal berlebihan. Ini akses utama masyarakat. Jalan rusak seperti ini sangat membahayakan,” ujar Joi di lokasi aksi.
Kondisi jalan yang rusak parah memang sudah lama dikeluhkan. Saat cuaca panas, debu tebal menyelimuti jalan dan mengganggu kesehatan warga. Sebaliknya, ketika hujan turun, ruas jalan berubah menjadi kubangan lumpur dengan lubang besar yang rawan kecelakaan.
Warga menilai, kerusakan jalan diperparah oleh tingginya mobilitas kendaraan berat bertonase besar. Aktivitas angkutan industri yang melintas setiap hari dianggap mempercepat kerusakan infrastruktur.
Selain mendesak perbaikan jalan, massa juga menuntut penertiban kendaraan over dimension dan over load (ODOL). Mereka meminta pemerintah tidak hanya fokus memperbaiki, tetapi juga menjaga agar kerusakan tidak kembali terulang.
Sekretaris Yayasan Masyarakat Peduli Hutan dan Jalan Raya, Darbi, menilai pengawasan terhadap kendaraan ODOL masih lemah.
“Kalau tidak ditertibkan, jalan yang sudah diperbaiki pasti cepat rusak lagi. Ini masalah lama yang belum ditangani serius,” katanya.
Warga menegaskan, mereka tidak menolak aktivitas perusahaan di wilayah tersebut. Namun, semua pihak diminta patuh terhadap aturan dan memperhatikan dampak terhadap fasilitas umum.
Aksi berlangsung damai, namun masyarakat memberi peringatan keras. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari pemerintah, mereka siap kembali turun ke jalan dengan jumlah massa lebih besar. Bahkan, opsi menempuh jalur hukum juga mulai dipertimbangkan. (trp/zul)




