BMKG Pekanbaru Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Riau, Ini Daerah Terdampak

Hujan masih akan mengguyur sejumlah wilayah di Riau. (Foto: TribunPekanbaru)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan hujan turun hampir merata sejak pagi hingga dini hari dengan intensitas ringan sampai sedang. Bahkan, beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Kondisi ini menjadi perhatian, karena dalam beberapa hari terakhir cuaca di Riau cenderung tidak menentu. Pagi terasa panas dan berkabut, namun berubah cepat menjadi mendung lalu diguyur hujan deras pada siang hingga malam hari. Situasi tersebut mulai berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama pengendara, nelayan dan warga yang tinggal di kawasan rawan genangan.

Forecaster on duty BMKG Pekanbaru, Bella R. Adelia mengatakan, hujan sudah terpantau sejak pagi melalui radar cuaca BMKG. Sebaran hujan terjadi di sejumlah wilayah dengan intensitas yang berbeda-beda.

“Berdasarkan pantauan radar cuaca, hujan ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, Bengkalis, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir,” ujar Bella, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, pada pagi hari kondisi atmosfer di Riau didominasi udara kabur hingga berawan. Meski terlihat tenang di beberapa daerah, potensi pembentukan awan hujan masih cukup tinggi akibat tingginya kelembapan udara.

Memasuki siang hari, cuaca diperkirakan berubah menjadi cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan masih berpotensi turun di sejumlah kabupaten seperti Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Pelalawan, Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir.

Sementara itu, pada sore hingga malam hari, wilayah yang diprediksi diguyur hujan semakin meluas. BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang akan terjadi di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir hingga Kota Pekanbaru.

Cuaca basah bahkan diperkirakan masih berlangsung sampai dini hari. Beberapa daerah seperti Siak, Pelalawan, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir masih memiliki potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Di tengah kondisi tersebut, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah atau melakukan perjalanan jarak jauh.

Bella menjelaskan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Siak, Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir. Kondisi itu dapat disertai petir dan angin kencang yang muncul secara tiba-tiba.

“Potensi cuaca ekstrem bisa terjadi mulai pagi, siang, sore, malam hingga dini hari,” katanya.

Fenomena hujan disertai petir dan angin kencang bukan hanya berisiko memicu genangan, tetapi juga dapat menyebabkan pohon tumbang dan gangguan jarak pandang di jalan raya. Karena itu, masyarakat diminta tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan lebat terjadi.

Selain faktor keselamatan, cuaca basah juga memberi dampak positif terhadap kondisi lingkungan di Riau. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah wilayah mulai mengalami peningkatan suhu udara akibat cuaca panas. Hujan yang turun secara berkala membantu menjaga kelembapan lahan gambut agar tetap basah sehingga dapat menekan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Meski demikian, BMKG tetap memantau perkembangan titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera. Berdasarkan data hingga pukul 23.00 WIB, tercatat ada 99 titik panas di Sumatera.

Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi yakni 35 titik. Disusul Bangka Belitung sebanyak 23 titik, Jambi 13 titik, Bengkulu 12 titik dan Aceh 7 titik. Sementara Lampung tercatat 2 titik, Sumatera Barat 1 titik, Kepulauan Riau 1 titik dan Provinsi Riau sebanyak 5 titik panas.

Untuk wilayah Riau sendiri, hotspot tersebar di Kabupaten Pelalawan satu titik, Siak satu titik dan Indragiri Hulu tiga titik.

Meski jumlahnya masih relatif rendah dibanding beberapa provinsi lain, keberadaan hotspot tetap menjadi perhatian serius. Apalagi sebagian wilayah Riau memiliki kawasan gambut yang mudah terbakar saat cuaca panas berkepanjangan.

Karena itu, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir dinilai cukup membantu menjaga kondisi lahan tetap lembap. Namun BMKG mengingatkan bahwa perubahan cuaca dapat berlangsung cepat sehingga masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Secara umum, suhu udara di Riau hari ini berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius. Kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen dengan arah angin bertiup dari tenggara hingga barat daya berkecepatan 10 sampai 30 kilometer per jam.

Sementara untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah Riau diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau tergolong rendah. Meski relatif aman, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berlayar.

BMKG Pekanbaru mengimbau masyarakat agar rutin memantau informasi cuaca resmi dan tetap berhati-hati menghadapi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang. (mcr)

Tinggalkan Balasan