PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Jumlah titik panas atau hotspot di Riau mulai berangsur turun, namun ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya mereda. Sampai pukul 23.00 WIB malam tadi, sebanyak 69 hotspot masih terdeteksi di Riau dari total 1.741 titik panas yang tersebar di Sumatera.
Sebaran hotspot Riau kini berada di lima daerah. Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, disusul Pelalawan, Indragiri Hulu, Siak dan Kuantan Singingi.
Data tersebut menunjukkan aktivitas titik panas masih terpantau di sejumlah wilayah Riau. Di tengah kondisi itu, peluang hujan yang masih terbuka menjadi salah satu perkembangan penting dalam kondisi cuaca Riau, Kamis (27/8/2026).
Indragiri Hilir tercatat memiliki 22 hotspot. Kabupaten Pelalawan menyusul dengan 21 titik panas.
Selanjutnya, sebanyak 16 hotspot terpantau di Indragiri Hulu. Sementara Siak memiliki delapan titik dan Kuantan Singingi dua titik.
Dengan total 69 hotspot, Riau menjadi salah satu wilayah yang masih mencatat adanya titik panas di Sumatera. Namun, jumlah tersebut masih jauh di bawah beberapa provinsi lain yang memiliki konsentrasi hotspot lebih tinggi.
Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak di Sumatera, yakni mencapai 1.090 titik. Setelah itu, Bangka Belitung mencatat 264 titik, Lampung 155 titik, Aceh 91 titik dan Jambi 51 titik.
Kondisi hotspot tersebut muncul bersamaan dengan perubahan cuaca di Riau. Pada Kamis pagi, kualitas udara di Kota Pekanbaru mulai membaik setelah wilayah tersebut diguyur gerimis tipis-tipis.
Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 pada pukul 06.00 WIB tercatat 42,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut menempatkan kualitas udara Pekanbaru dalam kategori sedang, sekaligus menunjukkan perbaikan dibandingkan kondisi beberapa hari sebelumnya ketika kualitas udara sempat berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Forecaster On Duty BMKG, Yasir P menjelaskan, angin di Riau diprakirakan bergerak dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.
“Sementara itu, kondisi angin di Riau diprakirakan bergerak dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam,” ujar Yasir.
Peluang hujan juga masih terbuka di sejumlah daerah Riau. Pada pagi hari, hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sebagian wilayah Pelalawan, Indragiri Hilir dan Kuantan Singingi.
Saat ini, menurut Yasir, penurunan jumlah hotspot menjadi perkembangan yang penting di tengah kondisi Riau yang sebelumnya menghadapi peningkatan titik panas.
Membaiknya kualitas udara Pekanbaru memberikan perubahan dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Gerimis dan peluang hujan di sejumlah daerah Riau berlangsung ketika titik panas masih ditemukan di lima kabupaten.
Dengan kondisi tersebut, perkembangan cuaca dan hotspot Riau masih harus menjadi perhatian. Hujan yang berpeluang turun di sejumlah wilayah berlangsung ketika 69 titik panas masih terdeteksi, sehingga kondisi di lapangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca. (zul)






