PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkap percepatan penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Kementerian PU telah bergerak merespons keadaan darurat dan memulai upaya pemulihan infrastruktur di tiga provinsi tersebut.
“Sejak bencana terjadi, Kementerian PU sudah menurunkan 310 personel yang terdiri dari tim Sumber Daya Air, Bina Marga dan Cipta Karya. Mereka telah melakukan inspeksi dan pemulihan infrastruktur yang terdampak serta mendukung komando penanganan darurat daerah,” kata Dody, Jumat (12/12/2025).
Kementerian PU juga sudah mengerahkan 298 unit alat berat seperti excavator dan loader serta 121 unit alat pendukung, termasuk hidran umum, mobil operasional dan dump truck ke seluruh lokasi terdampak.
Tak hanya itu, sebanyak 3.727 unit material darurat, seperti geobag dan bronjong kawat juga sudah disalurkan untuk mendukung upaya pemulihan.
“Alat berat digunakan untuk membersihkan longsoran, memperbaiki alur sungai, menangani kerusakan jalan dan pemasangan jembatan bailey yang akan mengembalikan konektivitas antarwilayah,” ujar Dody.
Sampai 10 Desember 2025, tercatat 1.355 titik terdampak bencana banjir Sumatera di ketiga provinsi, dengan kerusakan yang meliputi banjir, longsor, putusnya jembatan, tanggul jebol dan jalan nasional yang tidak dapat dilalui.
“Kerusakan pada infrastruktur Bina Marga mencakup 76 ruas jalan nasional sepanjang 2.058 km dan 31 jembatan sepanjang 2.537 m. Selain itu, ada 108 ruas jalan daerah dan 49 jembatan daerah yang juga rusak,” urai Dody.
Untuk sektor sumber daya air, Kementerian PU mencatat kerusakan pada 127 sungai, 13 bendung, 4 jaringan irigasi serta fasilitas air baku dan checkdam yang melibatkan lebih dari 3.000 hektare daerah irigasi.
Sementara itu, sektor Cipta Karya juga terdampak dengan 85 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan 143 infrastruktur berbasis masyarakat yang rusak.
Tak hanya fasilitas dasar, berbagai infrastruktur penting seperti sekolah, pasar, pondok pesantren, dan fasilitas kesehatan juga ikut terdampak.
Tangani Bencana Sumatera
Saat ini, ada 973 sekolah, 562 madrasah, 53 pasar, 212 pondok pesantren, 308 fasilitas kesehatan dan 360 rumah ibadah tercatat mengalami kerusakan.
Menteri Dody mengungkap estimasi kebutuhan anggaran untuk penanganan bencana di ketiga provinsi tersebut mencapai Rp 51,82 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari Rp 2,72 triliun untuk tanggap darurat dan Rp 49,10 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dody juga mengapresiasi dukungan lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam upaya pemulihan ini. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, karena pemulihan pascabencana membutuhkan sinergi yang kuat dari semua pihak.
“Pemulihan ini tidak bisa dilakukan sendirian. Sinergi sangat diperlukan untuk memastikan masyarakat bisa segera kembali mendapatkan akses layanan dasar dan mobilitas yang aman,” tukasnya. (ant/kps/bsh)




