Siak  

Seluruh Masyarakat Siak Tahun 2027 Sudah Nikmati Listrik

Bupati Afni bertemu manajemen PLN Riau membahas persoalan listrik masuk desa. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Bupati Afni Zulkifli menargetkan, tahun 2027 seluruh pelosok wilayah Kabupaten Siak sudah teraliri listrik.

Target tersebut disampaikannya saat berkunjung ke Kantor PLN UP3 Pekanbaru di Jalan Setia Budi, Selasa (27/1/2026), sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung program Listrik Desa (Lisdes).

Afni menegaskan, kunci percepatan realisasi target tersebut adalah ketepatan perencanaan dan kelengkapan usulan dari pemerintah kampung.

Karenanya, Afni menginstruksikan seluruh penghulu, khususnya yang wilayahnya belum teraliri listrik, agar segera mengajukan proposal paling lambat akhir Februari 2026.

“Pengajuan ini penting agar bisa masuk dalam rencana kerja PLN tahun 2027. Lisdes ini program pemerintah pusat di luar dari anggaran yang tersedia di PLN. Kita berharap pada tahun tersebut sudah tidak ada lagi desa terpencil di Siak yang belum teraliri listrik,” ujarnya.

Dikatakan, percepatan akses listrik bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan keadilan pelayanan dasar bagi seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terluar dan terjauh.

Sementara itu, Manager PLN UP2K Riau, Denny Yendra menyampaikan, PLN telah memetakan potensi lokasi Program Lisdes untuk tahun 2026 di Kabupaten Siak.

Dua dusun yang masuk dalam daftar potensi tersebut adalah Dusun Rimbo Cempedak serta Dusun Kayu Batu dan Baru Jaya. Selain itu juga ada beberapa Dusun di Minas, Sungai Mandau dan Kerinci Kanan.

Denny mengakui, pelaksanaan Program Lisdes masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keberadaan pemukiman yang berada di kawasan migas, keterbatasan infrastruktur akses jalan, serta kendala perizinan pembebasan dan penyediaan lahan.

“Tantangan lainnya juga berasal dari wilayah perkebunan dan kawasan hutan, yang memerlukan izin khusus sebelum pembangunan jaringan listrik dapat dilakukan,” kata Denny.

Selain itu, PLN juga menyoroti masih kurang akuratnya data dan informasi dalam usulan daerah. Banyak proposal yang belum mencantumkan lokasi yang pasti, jumlah rumah yang belum berlistrik secara riil, serta status kepemilikan lahan.

Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, PLN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerataan akses listrik hingga ke pelosok desa dan dusun di Kabupaten Siak. (bsh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *