PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Minggu (22/3/2026) mencatat jumlah titik panas atau hotspot di Riau sebanyak 126 titik. Sebaran titik panas berada di sejumlah wilayah dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Pelalawan.
Kondisi ini menandakan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai masyarakat dan pemerintah daerah.
Forecaster BMKG Pekanbaru, Mari Frystine menyampaikan, meski jumlah hotspot Riau mengalami penurunan dibandingkan beberapa hari sebelumnya, risiko karhutla belum sepenuhnya mereda. “Potensi kebakaran masih ada, terutama di wilayah dengan jumlah hotspot yang tinggi,” ujarnya.
Pelalawan Dominasi Sebaran Hotspot Riau
Berdasarkan data terbaru, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 49 titik. Disusul Kota Dumai dengan 39 titik dan Kabupaten Bengkalis sebanyak 31 titik.
Selain itu, hotspot juga terpantau di Kabupaten Siak sebanyak 4 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 2 titik, serta Kabupaten Rokan Hilir dengan 1 titik.
Sebaran ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir dan daerah dengan lahan gambut masih menjadi titik rawan kebakaran. Kondisi ini kerap diperparah oleh cuaca kering dan aktivitas manusia, terutama pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Riau Penyumbang Hotspot Terbesar di Sumatera
Secara regional, jumlah hotspot di Sumatera tercatat mencapai 207 titik. Dari total tersebut, hotspot Riau menjadi salah satu yang tertinggi dibandingkan provinsi lain.
Sementara Kepulauan Riau tercatat 25 titik, Aceh 20 titik, dan Sumatera Utara 15 titik. Sementara itu, Jambi mencatat 13 titik, Bangka Belitung 7 titik dan Sumatera Selatan hanya 1 titik.
Tingginya jumlah hotspot Riau ini menegaskan bahwa provinsi ini masih menjadi salah satu daerah prioritas dalam penanganan karhutla nasional.
BMKG Ingatkan Bahaya Karhutla
BMKG Pekanbaru kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada kesehatan, lingkungan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah bersama aparat terkait diharapkan meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan kebakaran, khususnya di Pelalawan, Dumai, dan Bengkalis.
Dengan masih tingginya hotspot Riau, kewaspadaan semua pihak menjadi kunci untuk mencegah bencana kabut asap yang kerap melanda wilayah ini setiap musim kemarau. Upaya pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran meluas. (trp/zul)




