PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Aktivitas arus balik pasca lebaran Idul Fitri 2026 di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru masih tinggi. Sejak 13 hingga 28 Maret 2026 (H-8 hingga H+6), tercatat total penumpang sebanyak 191.314 orang.
Angka ini mengalami kenaikan sekitar 6,3 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan tingginya kebutuhan perjalanan udara, baik saat arus mudik maupun arus balik Lebaran.
General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad menjelaskan, tren positif ini tidak hanya terlihat dari jumlah penumpang, tetapi juga dari intensitas pergerakan pesawat.
“Secara keseluruhan, terjadi peningkatan baik pada jumlah penumpang maupun pergerakan pesawat dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan aktivitas penerbangan selama Lebaran tetap tinggi,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (29/3/2026).
Selain lonjakan penumpang, jumlah pergerakan pesawat juga mengalami pertumbuhan. Dalam periode yang sama, tercatat sebanyak 1.237 pergerakan pesawat, meningkat 8,2 persen dibanding tahun 2025. Hal ini memperlihatkan maskapai turut mengakomodasi tingginya permintaan perjalanan udara selama musim Lebaran.
Meski secara akumulatif meningkat, tren harian pada H+6 Lebaran atau 28 Maret 2026 mulai menunjukkan penurunan. Jumlah penumpang pada hari tersebut tercatat 13.354 orang, atau turun 5,3 persen dibandingkan hari yang sama tahun lalu. Sementara itu, pergerakan pesawat mencapai 76 penerbangan, turun 7,3 persen.
Achmad menilai, penurunan ini sebagai fenomena yang wajar. Menurutnya, arus balik Lebaran saat ini mulai memasuki fase akhir, sehingga intensitas perjalanan perlahan berkurang.
“Penurunan harian merupakan hal yang normal karena arus balik sudah mulai melandai. Namun, aktivitas di bandara masih tergolong ramai,” ulasnya.
Untuk H+7 Lebaran atau Minggu (29/3/2026), pihak bandara memperkirakan jumlah penumpang akan berada di kisaran 13.059 orang, dengan sekitar 74 pergerakan pesawat. Proyeksi ini menunjukkan aktivitas masih berlangsung meskipun tidak setinggi puncak arus balik beberapa hari sebelumnya.
Pihak pengelola bandara memastikan seluruh layanan operasional tetap berjalan optimal. Koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk maskapai, otoritas penerbangan, serta instansi terkait lainnya terus dilakukan guna menjaga kelancaran arus penumpang.
Selain itu, pengawasan terhadap aspek keselamatan dan kenyamanan juga menjadi prioritas utama selama periode arus balik Lebaran. Hal ini penting untuk memastikan pengalaman perjalanan yang aman dan lancar bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara.
Dengan tren pertumbuhan yang masih positif, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru diperkirakan akan terus menjadi salah satu simpul transportasi udara penting di wilayah Sumatra, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat selama momen-momen besar seperti lebaran. (trp/bsh)




