JAKARTA, FOKUSRIAU.COM-Era mesin bensin untuk Toyota Veloz di Indonesia resmi berakhir. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memastikan, seluruh lini produksi Veloz kini sepenuhnya beralih ke teknologi hybrid, seiring dorongan efisiensi dan tren kendaraan ramah lingkungan.
Kepastian ini disampaikan Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam. Dia menegaskan, distribusi terakhir Veloz bensin ke pasar domestik terjadi pada Februari 2026. Setelah itu, tidak ada lagi produksi maupun pengiriman model berbasis mesin konvensional tersebut.
“Produksi Veloz bensin sudah dihentikan total. Sekarang fokus ke hybrid dan ini berlaku seterusnya,” ujar Bob, Selasa (14/4/2026) di Jakarta.
Langkah ini menandai strategi baru Toyota dalam menghadapi perubahan pasar otomotif nasional yang semakin condong ke kendaraan hemat energi. Meski tidak merinci alasan teknis, Bob menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan efisiensi dan arah industri yang lebih hijau.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkuat pernyataan tersebut. Produksi Veloz non-hybrid, khususnya varian manual, telah dihentikan sejak Maret 2026 setelah sebelumnya mengalami penurunan signifikan. Sementara varian otomatis sempat bertahan hingga awal tahun, sebelum akhirnya ikut dihentikan.
Dari sisi distribusi, penjualan wholesales Veloz bensin juga menunjukkan tren penurunan tajam. Pada Januari 2026 tercatat 49 unit, turun menjadi 14 unit di Februari, dan nol distribusi pada Maret. Hal ini menegaskan transisi penuh ke model hybrid.
Perubahan tersebut juga tercermin di situs resmi Toyota Indonesia yang kini hanya menampilkan Veloz Hybrid. Model ini sendiri telah meluncur sejak November 2025 dan menyasar segmen konsumen pemula yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi.
Dari sisi harga, Toyota Veloz Hybrid dipasarkan mulai Rp 308 jutaan (OTR Jakarta). Sepanjang 2026, penjualan wholesales model ini telah mencapai 2.809 unit, dengan varian V sebagai penyumbang terbesar.
Langkah Toyota menghentikan Veloz bensin sekaligus menjadi sinyal kuat transformasi industri otomotif nasional menuju elektrifikasi. Ke depan, kendaraan hybrid diprediksi akan semakin mendominasi pasar, terutama di segmen keluarga. (dtc/zul)




