PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Cuaca di sebagian besar wilayah Riau diperkirakan belum benar-benar bersahabat. Hujan masih berpotensi turun sejak pagi hingga malam hari, Sabtu (16/5/2026). Bahkan, beberapa daerah diprediksi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang.
Kondisi ini membuat masyarakat diminta lebih waspada, terutama saat beraktivitas di luar rumah atau berkendara pada jam-jam rawan cuaca ekstrem.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mulai terjadi sejak pagi di sejumlah wilayah. Daerah yang berpotensi diguyur hujan antara lain Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kampar dan Dumai.
Forecaster on duty BMKG Pekanbaru, Yasir P. mengatakan, kondisi cuaca pagi di Riau umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, dinamika atmosfer masih mendukung pembentukan awan hujan di beberapa wilayah pesisir dan daratan.
“Pada pagi hari hujan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kampar dan Kota Dumai,” ujar Yasir.
Memasuki siang hari, cuaca diprakirakan relatif lebih stabil dengan kondisi cerah berawan. Meski begitu, masyarakat tetap diminta tidak lengah karena potensi hujan kembali meningkat pada sore hingga malam hari.
BMKG memprediksi hujan kembali mengguyur sejumlah daerah seperti Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Siak, Bengkalis dan Indragiri Hilir. Intensitas hujan diperkirakan berada pada kategori ringan hingga sedang.
Perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dinilai cukup memengaruhi aktivitas masyarakat. Di sejumlah ruas jalan utama di Pekanbaru dan wilayah penyangga, hujan kerap memicu genangan serta menurunkan jarak pandang pengendara.
Selain itu, kondisi cuaca lembap juga berdampak pada sektor perkebunan dan transportasi sungai yang masih menjadi urat nadi ekonomi masyarakat di beberapa kabupaten di Riau.
BMKG Pekanbaru turut mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi pada pagi dan malam hari. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kampar dan Kota Dumai.
“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” kata Yasir.
Menurut BMKG, suhu udara di Riau hari ini berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius. Sementara tingkat kelembapan udara berada di angka 55 sampai 100 persen.
Adapun arah angin bertiup dari tenggara menuju barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam. Kondisi tersebut dinilai masih cukup mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan di beberapa daerah.
Di sektor perairan, BMKG memastikan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Riau masih relatif aman. Tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah.
Meski demikian, nelayan tradisional dan pengguna transportasi laut tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berlayar. Sebab, perubahan arah angin dan hujan lokal dapat terjadi secara cepat, terutama di wilayah pesisir.
Selain memantau cuaca, BMKG juga mendeteksi keberadaan titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera. Hingga pukul 23.00 WIB, tercatat ada 39 titik panas tersebar di sejumlah provinsi.
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak yakni 27 titik. Kemudian disusul Jambi empat titik, Aceh tiga titik, Lampung tiga titik serta Bangka Belitung satu titik.
Sementara di Riau, terpantau satu titik panas berada di Kabupaten Indragiri Hulu. Munculnya hotspot ini menjadi perhatian tersendiri mengingat Riau pernah mengalami kebakaran hutan dan lahan yang berdampak luas terhadap kesehatan hingga aktivitas penerbangan.
Karena itu, pengawasan terhadap potensi karhutla tetap dilakukan meski sebagian wilayah masih diguyur hujan. Kondisi cuaca yang berubah cepat dinilai dapat memicu kekeringan lokal di beberapa kawasan gambut.
BMKG mengimbau masyarakat tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan petir dan memastikan kondisi kendaraan tetap aman ketika bepergian.
Kewaspadaan juga penting bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan kawasan dengan pohon berukuran besar. Cuaca ekstrem yang datang mendadak berpotensi memicu gangguan aktivitas harian hingga kerusakan ringan di permukiman warga. (mcr)









