PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Riau, Sabtu (20/6/2026). Kondisi cuaca tersebut dipicu aktifnya fenomena gelombang ekuatorial Kelvin dan pertemuan massa udara atau konvergensi angin yang mendukung pembentukan awan hujan.
Sejak pagi, hujan ringan hingga sedang telah mengguyur sejumlah wilayah di Riau, termasuk Kota Pekanbaru. Meski aktivitas masyarakat masih berlangsung normal, BMKG mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan karena hujan berpotensi disertai sambaran petir.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan berdasarkan pemantauan radar cuaca, hujan ringan hingga sedang yang disertai petir terpantau terjadi di Kota Pekanbaru, Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kota Dumai, Kampar, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan, dan Indragiri Hilir.
Menurutnya, kondisi hujan tersebut diperkirakan terus berkembang pada pagi hingga siang hari dan meluas ke wilayah Kuantan Singingi serta Indragiri Hulu.
“Berdasarkan pantauan radar cuaca, hujan ringan hingga sedang disertai petir masih terjadi di sejumlah wilayah dan berpotensi meluas ke daerah lainnya,” kata Mari.
BMKG memprakirakan pada siang hingga sore hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan terjadi di hampir seluruh wilayah Provinsi Riau. Potensi hujan tersebut diperkirakan masih berlanjut hingga malam bahkan dini hari.
Pada malam hari, wilayah yang berpotensi diguyur hujan antara lain Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Kondisi cuaca serupa diperkirakan masih dapat terjadi hingga menjelang pagi.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai kemungkinan terjadinya hujan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Peringatan ini berlaku untuk sebagian besar wilayah Riau pada pagi, siang, sore, malam hingga dini hari.
Mari menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang memicu peningkatan potensi hujan di Riau adalah aktivitas gelombang ekuatorial Kelvin. Fenomena atmosfer ini bergerak dari arah barat ke timur di sekitar wilayah khatulistiwa dan berperan meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
“Gelombang Kelvin mampu meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama jika didukung faktor lain seperti konvergensi atau pertemuan massa udara,” jelasnya.
Kombinasi kedua fenomena tersebut menyebabkan kondisi atmosfer di wilayah Riau menjadi lebih mendukung terbentuknya hujan dalam cakupan yang luas. Situasi ini membuat peluang terjadinya hujan meningkat dibandingkan kondisi normal.
Selain potensi hujan, BMKG mencatat suhu udara di wilayah Riau hari ini berkisar antara 22 hingga 30 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni berada pada rentang 60 hingga 100 persen.
Sementara itu, angin bertiup dari arah Tenggara hingga Barat dengan kecepatan antara 10 hingga 40 kilometer per jam. Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau masih berada dalam kategori rendah.
Peringatan cuaca ini penting diperhatikan masyarakat, khususnya pengguna jalan, nelayan, pelaku transportasi sungai, serta warga yang beraktivitas di luar ruangan. Potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang dapat memengaruhi mobilitas serta meningkatkan risiko gangguan keselamatan jika tidak diantisipasi sejak dini.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah Riau. (trp)






