Kepri Mundur Jadi Tuan Rumah Porwil Sumatera 2027, Persiapan PON 2028 Terancam Terganggu

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri, Darson. F. (Foto: BatamPos)

TANJUNGPINANG, FOKUSRIAU.COM-Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi membatalkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) XII Sumatera Tahun 2027. Keputusan itu bukan sekadar perubahan lokasi penyelenggaraan, tetapi berpotensi memengaruhi kalender pembinaan olahraga di Sumatera, termasuk jalur kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

Pembatalan itu disampaikan melalui surat resmi Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau kepada Ketua Umum KONI Pusat tertanggal 23 Juni 2026. Dalam surat bernomor B/400.4/726/DISPORA-SET/2026. Disebutkan, Pemprov Kepri belum mampu memenuhi standar penyelenggaraan, setelah mengevaluasi kesiapan infrastruktur olahraga, sarana dan prasarana pertandingan, serta kemampuan pembiayaan melalui APBD Tahun Anggaran 2027.

Keputusan tersebut membuat KONI Pusat harus segera menentukan provinsi pengganti agar agenda olahraga terbesar di Sumatera tidak mengalami keterlambatan yang dapat mengganggu program pembinaan atlet daerah, persiapan kontingen, hingga proses seleksi menuju PON 2028.

“Dengan berat hati kami menyatakan batal dan mengundurkan diri dari status sebagai tuan rumah Porwil Sumatera XII Tahun 2027. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” tulis Sekretaris Daerah Kepulauan Riau, Misni, dalam surat tersebut.

Keputusan Diambil Setelah Evaluasi Menyeluruh
Pemprov Kepri menjelaskan keputusan tersebut bukan diambil secara mendadak, melainkan setelah melakukan kajian terhadap berbagai aspek yang menjadi syarat utama penyelenggaraan ajang olahraga multi-event tingkat Sumatera itu.

Evaluasi mencakup kesiapan venue pertandingan, kelengkapan fasilitas pendukung, kebutuhan renovasi sejumlah arena olahraga, hingga kemampuan fiskal daerah untuk membiayai pelaksanaan event berskala regional.

Hasil evaluasi menyimpulkan bahwa kondisi tersebut belum memungkinkan Kepri menjadi tuan rumah yang mampu memenuhi standar penyelenggaraan secara optimal.

Pemerintah daerah menilai keputusan mundur lebih baik diambil lebih awal dibanding mempertahankan status tuan rumah tetapi berisiko mengganggu kualitas pelaksanaan kompetisi.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penyelenggaraan Porwil membutuhkan kesiapan anggaran dan infrastruktur yang tidak sedikit, terlebih ajang ini melibatkan ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan perangkat pertandingan dari seluruh provinsi di Sumatera.

Mandat Dikembalikan ke KONI Pusat
Bersamaan dengan pembatalan tersebut, Pemprov Kepri mengembalikan mandat penyelenggaraan kepada KONI Pusat.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga menyatakan siap membantu proses transisi dan mendukung koordinasi bersama KONI provinsi se-Sumatera untuk menentukan daerah pengganti.

“Kami siap berkoordinasi dan mendukung proses penunjukan tuan rumah pengganti bersama KONI se-Sumatera,” demikian isi surat tersebut.

Dengan pengembalian mandat tersebut, seluruh proses penentuan tuan rumah kini berada di tangan KONI Pusat bersama KONI provinsi se-Sumatera melalui mekanisme rapat koordinasi.

Penunjukan Tuan Rumah Baru Menjadi Prioritas
Hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai provinsi yang akan menggantikan Kepulauan Riau. Namun sejumlah daerah diperkirakan memiliki peluang cukup besar apabila menyatakan kesiapan menjadi penyelenggara.

Salah satu nama yang kembali mencuat adalah Provinsi Jambi. Saat proses penunjukan tuan rumah Porwil XII pada 2023 di Pekanbaru, Jambi sebenarnya menjadi kandidat kuat sebelum akhirnya memberikan kesempatan kepada Kepulauan Riau menjadi penyelenggara.

Karena itu, Jambi dinilai memiliki peluang untuk kembali dipertimbangkan apabila kesiapan infrastruktur, venue pertandingan, serta dukungan anggaran memenuhi persyaratan yang ditetapkan KONI.

Selain Jambi, peluang juga terbuka bagi provinsi lain di Sumatera yang memiliki fasilitas olahraga representatif, terutama venue cabang olahraga wajib seperti atletik dan renang yang menjadi syarat utama penyelenggaraan Porwil.

Dampaknya Tidak Hanya Soal Lokasi
Pergantian tuan rumah bukan hanya persoalan administrasi. Daerah yang ditunjuk nantinya harus segera melakukan penyesuaian mulai dari penyusunan anggaran, persiapan venue, pengadaan peralatan pertandingan, akomodasi atlet dan ofisial, transportasi, hingga pembentukan panitia pelaksana.

Seluruh tahapan tersebut membutuhkan waktu yang relatif panjang sehingga keputusan KONI Pusat dinilai harus segera diambil agar tidak mengganggu jadwal yang telah disusun.

Semakin lama penunjukan daerah pengganti dilakukan, semakin besar pula kemungkinan terjadinya penyesuaian jadwal pelaksanaan Porwil XII Sumatera.

Berpotensi Memengaruhi Persiapan PON 2028
Aspek paling strategis dari pembatalan ini adalah dampaknya terhadap pembinaan olahraga nasional.

Porwil Sumatera selama ini bukan sekadar ajang perebutan medali antarprovinsi. Kompetisi tersebut juga menjadi bagian penting dari proses seleksi atlet menuju PON XXII Tahun 2028.

Banyak cabang olahraga menggunakan Porwil sebagai ajang Pra-PON atau kualifikasi untuk menentukan daerah yang berhak tampil di pesta olahraga nasional.

Apabila jadwal Porwil mengalami kemunduran akibat proses penunjukan tuan rumah yang berlarut-larut, maka program latihan atlet, pemusatan latihan daerah, hingga target prestasi masing-masing provinsi berpotensi ikut terdampak.

Situasi tersebut juga dapat memengaruhi perencanaan anggaran pemerintah daerah yang telah menyusun kalender pembinaan atlet berdasarkan jadwal Porwil.

Tantangan bagi KONI Pusat
Kini perhatian insan olahraga Sumatera tertuju kepada langkah KONI Pusat. Lembaga tersebut dituntut segera mengambil keputusan agar ketidakpastian tidak berlangsung terlalu lama.

Penentuan tuan rumah baru menjadi langkah krusial untuk menjaga kesinambungan pembinaan olahraga prestasi di kawasan Sumatera sekaligus memastikan agenda menuju PON 2028 tetap berjalan sesuai rencana.

Keputusan yang cepat juga akan memberikan kepastian bagi pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, pelatih, hingga ribuan atlet yang tengah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tersebut.

Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai provinsi yang akan menggantikan Kepulauan Riau maupun kemungkinan perubahan jadwal pelaksanaan Porwil XII Sumatera 2027.

Seluruh proses kini menunggu keputusan KONI Pusat bersama KONI provinsi se-Sumatera dalam waktu dekat. Keputusan tersebut akan menjadi penentu apakah kalender pembinaan olahraga di Sumatera tetap berjalan sesuai target atau harus mengalami penyesuaian menjelang kualifikasi PON XXII Tahun 2028. (jig)