PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM–Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu mulai terkendali. Setelah tiga hari operasi pemadaman, kondisi di Kelurahan Sekip Hilir berangsur pulih dan kepulan asap yang sebelumnya pekat kini mulai tipis.
Sementara itu, lokasi kebakaran di Sungai Raya telah memasuki tahap pendinginan setelah seluruh perimeter area terbakar berhasil dikuasai tim gabungan.
Perkembangan tersebut menjadi kabar baik dalam upaya pengendalian karhutla di Riau yang beberapa hari terakhir menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan kabut asap, mengganggu aktivitas masyarakat, serta meningkatkan risiko meluasnya kebakaran apabila tidak segera ditangani.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan proses pemadaman di Sekip Hilir kini memasuki hari ketiga dengan hasil yang cukup menggembirakan.
“Di Sekip Hilir pemadaman sudah memasuki hari ketiga. Siang tadi memang sempat muncul asap cukup tebal, tetapi menjelang sore kondisinya jauh lebih baik dan hanya tersisa asap tipis di bagian ujung lokasi. Kalau kondisi tetap seperti ini, kami optimistis besok penanganannya bisa dituntaskan,” kata Ferdian, Senin malam.
Menurutnya, perubahan kondisi di lapangan menunjukkan upaya pemadaman yang dilakukan secara intensif mulai membuahkan hasil. Meski demikian, tim masih terus memantau sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Sementara itu, penanganan karhutla di Sungai Raya juga mengalami kemajuan signifikan. Memasuki hari kedua operasi, tim gabungan berhasil menguasai seluruh perimeter area yang terbakar sehingga fokus penanganan kini bergeser ke tahap mopping up atau pendinginan.
Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh bara api benar-benar padam, termasuk yang berada di bawah permukaan lahan gambut, sehingga risiko kebakaran kembali muncul dapat diminimalkan.
“Untuk lokasi Sungai Raya, perimeter sudah berhasil kami selesaikan hari ini. Besok tim akan melaksanakan mopping up agar bara yang masih ada benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran,” ujarnya.
Ferdian menjelaskan keberhasilan pengendalian karhutla di dua lokasi tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur yang terlibat dalam operasi lapangan. Selain personel Manggala Agni, pemadaman juga didukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan yang terus bekerja secara terpadu.
Operasi darat juga diperkuat dukungan udara melalui dua helikopter water bombing milik Satgas Udara yang terus melakukan pengeboman air pada titik-titik api yang sulit dijangkau personel di lapangan.
“Penanganan ini merupakan kerja bersama. Dukungan seluruh unsur di lapangan, termasuk dua helikopter water bombing, sangat membantu mempercepat proses pemadaman sehingga kondisi di kedua lokasi semakin terkendali,” jelasnya.
Meski kondisi di Sekip Hilir dan Sungai Raya terus membaik, upaya penanganan belum dihentikan. Tim gabungan tetap bersiaga untuk memastikan seluruh area benar-benar aman dari potensi kebakaran lanjutan.
Selain pemadaman, patroli darat dan patroli udara masih terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya titik api baru. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca masih berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Pemantauan secara berkala juga menjadi bagian dari strategi pencegahan agar kebakaran dapat dideteksi lebih dini sebelum meluas dan berdampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.
Ferdian menegaskan bahwa pengendalian karhutla tidak cukup hanya mengandalkan operasi pemadaman. Upaya pencegahan tetap menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terus berulang, terutama di wilayah yang rawan mengalami kebakaran saat musim kemarau.
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut tidak hanya berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, tetapi juga dapat menimbulkan dampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.
“Kami tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga terus memperkuat langkah pencegahan. Patroli darat maupun udara tetap berjalan untuk mendeteksi sedini mungkin apabila ada potensi karhutla. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena pencegahan jauh lebih efektif daripada penanganan,” tutup Ferdian.
Dengan kondisi yang semakin terkendali di Sekip Hilir serta masuknya Sungai Raya ke tahap pendinginan, tim gabungan kini memusatkan perhatian pada penyelesaian operasi sekaligus memastikan tidak ada titik api maupun bara yang tersisa. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah kebakaran kembali meluas dan menjaga kualitas udara tetap aman bagi masyarakat di Kabupaten Indragiri Hulu dan wilayah sekitarnya. (mcr)






